nusabali

PAD Bali 2025 Tembus Rp 2,84 Triliun di Tengah Opsen Pajak, Bapenda Waspadai Kepatuhan Wajib Pajak

  • www.nusabali.com-pad-bali-2025-tembus-rp-284-triliun-di-tengah-opsen-pajak-bapenda-waspadai-kepatuhan-wajib-pajak

DENPASAR, NusaBali.com - Pemerintah Provinsi Bali mencatat kinerja positif dalam penerimaan pendapatan daerah sepanjang tahun 2025. Di tengah penerapan kebijakan opsen pajak yang mulai berlaku tahun ini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru melampaui target dan menembus angka Rp 2,84 triliun.

Kepala Bapenda Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa mengatakan, capaian PAD tahun 2025 tergolong sangat baik karena berhasil mencapai 108,88 persen dari target yang ditetapkan. Menurutnya, pencapaian tersebut patut diapresiasi mengingat adanya perubahan skema penerimaan akibat kebijakan opsen pajak yang menyebabkan 66 persen pajak langsung disalurkan ke kabupaten / kota.

“Untuk pencapaian pendapatan kita di tahun 2025 memang tercapai. Kalau PAD total sampai di 108,88 persen, hampir 109 persen. Harapan pimpinan ya bisa 110 persen, tapi 108 persen ini sudah sangat luar biasa bagi saya, memang di tengah pemberlakuan opsen itu kita sudah langsung ke kabupaten 66 persen pajak kita. Karena kita masih mengandalkan dari sektor pajak, pajak kendaraan bermotor,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bapenda Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Senin (12/1/2026).

Pada sektor pajak kendaraan bermotor, kinerja penerimaan tetap menjadi penopang utama PAD Bali. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat terealisasi sebesar Rp 1,069 triliun dari target Rp 1,002 triliun atau mencapai 106,69 persen. Sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi Rp 798,07 miliar dari target Rp 748,07 miliar atau 106,68 persen.

Secara keseluruhan, total penerimaan pajak daerah Provinsi Bali sepanjang 2025 mencapai Rp 2.847.384.524.537 atau 102,87 persen dari target sebesar Rp 2.767.839.352.516. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas penerimaan daerah meski terdapat dinamika kebijakan fiskal di tingkat pusat dan daerah.

Selain PKB dan BBNKB, beberapa jenis pajak lain juga mencatatkan kinerja melampaui target secara persentase. Pajak Alat Berat, misalnya, terealisasi sebesar Rp 147.095.900 atau 163,44 persen dari target Rp 90 juta. Pajak Air Permukaan juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp 5.276.815.548 atau 131,92 persen dari target Rp 4 miliar.

Di sisi lain, sejumlah pos pajak belum mencapai target penuh. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tercatat terealisasi Rp 630.979.840.211 atau 98,69 persen dari target Rp 639.365.501.000. Sementara Pajak Rokok berada di angka 96,82 persen dengan realisasi Rp 343.585.515.178 dari target Rp 354.875.391.691.

Meski realisasi pendapatan secara umum tergolong positif, Bapenda Bali mulai menaruh perhatian terhadap tren kepatuhan wajib pajak. Di tengah pencapaian target PAD, isu kepatuhan dinilai menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi agar kinerja pendapatan daerah tetap terjaga secara berkelanjutan ke depan. *tra

Komentar