Bupati Satria Kebut Infrastruktur Nusa Penida
Agenda pembangunan berskala besar ini didukung dari anggaran pinjaman Pemkab Klungkung ke PT SMI sebesar Rp 229,9 miliar lebih.
SEMARAPURA, NusaBali
Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Nusa Penida melalui program infrastruktur berskala besar di Kecamatan Nusa Penida pada tahun 2026. Puluhan proyek yang dirancang sejak 2025 akan mulai dieksekusi dengan fokus utama pada peningkatan akses jalan, penguatan transportasi laut, dan penataan kawasan pariwisata dan layanan publik.
Menurut Bupati Satria, pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di Nusa Penida yang selama ini menghadapi tantangan geografis. “Tahun 2026 kami fokuskan percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Akses jalan, pelabuhan, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan menjadi prioritas utama agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Satria, Senin (12/1). Agenda pembangunan berskala besar ini salah satunya didukung dari anggaran pinjaman Pemkab Klungkung ke PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) yang sudah disetujui DPRD Klungkung.
Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 229,9 miliar lebih. Ada juga dukungan anggaran dari APBN dan APBD Klungkung. Sektor jalan menjadi porsi terbesar dalam rencana pembangunan tersebut. Sejumlah ruas strategis ditingkatkan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah dan akses menuju destinasi wisata unggulan. Peningkatan jalan direncanakan mencakup ruas Sampalan–Toya Pakeh, Bunga Mekar–Kelingking Beach, Telaga–Klumpu, hingga jalur Batumadeg–Batukandik, Suana–Pejukutan, Pejukutan–Gepuh, Ambengan–Pelilit, dan Prapat–Klumpu.
Beberapa proyek merupakan kelanjutan pekerjaan tahun 2025, termasuk peningkatan akses Dusun Dungkap menuju Banjar Buluh, Pelilit–Atuh, dan ruas Sakti–Penida yang mencakup kawasan Crystal Bay berikut pelebarannya. Selain peningkatan, pemeliharaan berkala dan rutin juga dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur yang sudah ada. Ruas Toya Pakeh–Sebunibus akan kembali dikerjakan sebagai lanjutan tahun sebelumnya, disertai pemeliharaan rutin jalan di wilayah Nusa Penida dan Lembongan. Akses menuju Broken Beach juga akan diaspal guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
Di bidang transportasi laut, Bupati Satria mengatakan penguatan konektivitas antarpulau menjadi perhatian serius. Salah satu proyek strategis yang direncanakan adalah pembangunan Jembatan Ceningan–Lembongan yang memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, pembangunan Pelabuhan Banjar Nyuh, pelabuhan logistik di Pesinggahan, dan pelabuhan tempat sandar kapal LCT atau tongkang di Mentigi juga disiapkan. “Pelabuhan Mentigi atau pelabuhan kapal roro akan menjalani pemeliharaan untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat,” imbuhnya.
Penataan kawasan pariwisata juga masuk dalam agenda besar tahun 2026. Pemkab Klungkung akan merevitalisasi Pasar Mentigi sebagai penunjang pariwisata Nusa Penida dan menata kawasan wisata di Desa Batununggul. Sejumlah destinasi unggulan seperti Kelingking Beach, Broken Beach, Angel’s Billabong, Crystal Bay, Tembeling, Bukit Teletabis, hingga Molenteng akan ditata agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. “Pariwisata harus tumbuh, tetapi tetap tertata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” tegas Bupati Satria. Penguatan layanan dasar juga menjadi bagian dari program pembangunan. Pemasangan jaringan air bersih sambungan rumah akan dilakukan di Desa Pejukutan.
Di sektor kesehatan, RSUD Gema Santi diperkuat melalui pembangunan ruang CT Scan dan gedung CSSD. Di bidang pendidikan, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung UKS di sekolah-sekolah Nusa Penida dan perbaikan sejumlah ruang kelas. Bupati Satria berharap seluruh program pembangunan mendapat dukungan masyarakat agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran. Dia menegaskan, fokus pembangunan tahun 2026 diarahkan untuk menjadikan Nusa Penida semakin terkoneksi, nyaman, dan berdaya saing, seiring dengan perannya sebagai destinasi pariwisata unggulan Bali. 7 gik
Komentar