nusabali

Pekerja Migran asal Gitgit Meninggal di Jepang

Pindah Perusahaan Saat Kontrak Magang Habis

  • www.nusabali.com-pekerja-migran-asal-gitgit-meninggal-di-jepang

SINGARAJA, NusaBali - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, I Kadek Agus Winarta,23, meninggal dunia di Jepang. Jenazah pekerja migran tersebut dipulangkan ke Bali pada, Jumat (9/1) dan tiba di rumah duka di Desa Gitgit, sekitar pukul 22.00 Wita.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng Putu Arimbawa menjelaskan, penyebab kematian Agus Winarta masih dalam proses penyelidikan kepolisian Jepang. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di gudang perusahaan tempatnya bekerja di Prefektur Chiba.

“Masih dalam penyelidikan kepolisian Jepang. Mayatnya ditemukan tergantung di gudang perusahaan. Dalam dokumen resmi disebutkan meninggal akibat kekurangan oksigen karena tercekik. Apakah gantung diri atau ada hal lain, itu masih didalami pihak kepolisian di sana,” ujar Arimbawa saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).

I Kadek Agus Winarta, semasa hidup. -IST 

Berdasarkan dokumen resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Agus Winarta ditemukan meninggal dunia pada 21 Desember 2025 di gudang milik Kujukuri Purse Seine Fisheries Production Association di Prefektur Chiba. Hasil autopsi Kepolisian Togane menyatakan korban meninggal akibat kekurangan oksigen karena tercekik.

Proses pemulangan jenazah baru dapat dilakukan pada awal Januari 2026 lantaran libur akhir tahun di Jepang. Jenazah sempat dirawat di perusahaan jasa pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Indonesia pada 9 Januari 2026 menggunakan penerbangan GA 881 rute Tokyo–Denpasar. Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat sekitar pukul 17.00 Wita, jenazah diterima oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali dan didampingi oleh Disnaker Buleleng sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Desa Gitgit.

“Kami ikut menjemput di bandara karena ada serah terima dengan BP3MI. Sampai di bandara sekitar jam lima sore, lalu sampai di rumah duka sekitar jam sepuluh malam,” jelas Arimbawa. Agus Winarta diketahui berangkat ke Jepang awalnya sebagai peserta magang pada sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Denpasar. Di Jepang. Agus Winarta magang kerja di perusahaan sektor perikanan selama tiga tahun. Masa magangnya berakhir sekitar September 2025. Setelah itu, korban tidak langsung pulang ke Bali, melainkan berpindah perusahaan dan menandatangani kontrak kerja baru pada Oktober 2025 sebagai specified skilled worker.

“Awalnya magang tiga tahun di perikanan. Setelah selesai magang, biasanya pulang dulu ke Bali. Tapi ini langsung pindah perusahaan dan kerja di sana,” ungkap Arimbawa. Arimbawa mengungkapkan, pemulangan jenazah Agus Winarta ditanggung oleh pihak perusahaan bersama agen penyalur tenaga kerja. Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum merupakan yatim piatu dan saat ini disemayamkan di rumah pamannya di Desa Gitgit. Rencananya, almarhum akan diupacarai secara adat Bali pada 15 Januari 2026 nanti.

Terkait penanganan kasus PMI meninggal dunia, Arimbawa menegaskan Disnaker Buleleng berperan dalam pendampingan keluarga serta koordinasi dengan BP3MI dan instansi terkait. “Kewenangan pemulangan ada di KBRI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran. Kami di daerah menerima jenazah, mendampingi keluarga, dan membantu koordinasi, termasuk penyediaan ambulans,” tandasnya. 7 mzk

Komentar