Desa Bongkasa Pertiwi Dicanangkan jadi “Desa Cantik”
MANGUPURA, NusaBali - Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Badung resmi dicanangkan sebagai "Desa Cantik" (Cinta Statistik) Tahun 2026, yang merupakan program resmi dari program nasional Badan Pusat Statistik (BPS). Program Desa Cantik ini bertujuan memperkuat tata kelola data statistik di tingkat desa sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Perbekel Desa Bongkasa Pertiwi, I Nyoman Buda, mengatakan penunjukan sebagai Desa Cantik dilakukan langsung oleh BPS. Penunjukan tersebut dilakukan pada awal Desember 2025 saat Kepala BPS Kabupaten Badung datang langsung ke desa untuk menyampaikan program tersebur.
“Untuk Kabupaten Badung, terdapat dua desa yang ditunjuk, yakni Desa Bongkasa Pertiwi dan Desa Darmasaba,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Desa Cantik sendiri merupakan program resmi dari BPS. Setiap tahunnya, BPS menunjuk desa-desa tertentu berdasarkan sejumlah indikator dan persyaratan. Program ini menitikberatkan pada kesiapan desa dalam mengelola data statistik yang selama ini sering tersebar dan belum terfokus. Menurut Buda, pencanangan Desa Cantik sekaligus menjadi momentum penting bagi desa dalam menata dan melengkapi data yang terstruktur, terintegrasi, dan mudah dianalisis.
Setelah dicanangkan, lanjut Buda, dalam pelaksanaannya desa diwajibkan menunjuk dua orang agen statistik yang ditetapkan melalui surat keputusan. Agen statistik ini bertugas mengumpulkan, menginput, dan mengelola data desa, baik melalui aplikasi maupun secara manual. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai indikator seperti data sosial dan ekonomi masyarakat desa.
“Ada dua orang agen statistik nanti yang ditunjuk di desa, ditetapkan lewat SK. Kemudian nanti di desa itu juga ada data pendukung lewat aplikasi, data pendukung secara tematik, ada juga yang bertemakan sosial ekonomi. Jadi data itu terintegrasi dan bisa dianalisis secara statistik. Nanti bisa juga dijadikan pertimbangan oleh desa untuk mengambil kebijakan,” beber Buda.
Lebih lanjut dikatakan, setelah dicanangkan, data Desa Bongkasa Pertiwi akan diverifikasi oleh BPS hingga ke tingkat pusat. Penilaian dilakukan secara nasional, bukan hanya di tingkat kabupaten atau provinsi. Desa-desa dengan nilai terbaik berpeluang masuk 20 besar nasional, bahkan 10 besar dengan kategori gold.
“Ini kan seluruh nasional ikut. Kami bersaingnya bukan di Badung saja, bukan di Bali saja, tapi nasional. Kalau tidak salah, nyari 20 besar gitu. Kami sih berharap bisa masuk kategori gold. Kalau kategori gold itu masuk di 10 besar nasional,” katanya. *ind
Komentar