nusabali

Maria Londa Terima Bonus SEA Games

  • www.nusabali.com-maria-londa-terima-bonus-sea-games

Untuk satu keping emas perorangan akan mendapat bonus Rp 1 miliar. Sementara medali perak Rp 315 juta dan perunggu Rp 157,5 juta.

JAKARTA, NusaBali
Atlet atletik dari Bali, Maria Natalia Londa serta atlet lainnya yang mempersembahkan medali SEA Games 2025 Thailand menerima bonus dari Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1) kemarin. 

Diketahui atlet kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990 ini meraih medali emas lompat jangkit dan medali perunggu lompat jauh di ajang kejuaraan antar negara Asia Tenggara itu. Untuk satu keping emas perorangan akan mendapat bonus Rp 1 miliar. Sementara medali perak Rp 315 juta dan perunggu Rp 157,5 juta.

Maria, datang langsung menerima bonus tersebut. Sementara Pelatih Maria, I Made Sukariata berhalangan hadir. "Hanya Maria yang ikut dalam acara itu. Saya tidak ikut, karena pemberitahuannya mendadak dan posisi saya sedang berada di Bali," ujar Made Sukariata kepada NusaBali, Jumat (9/1).

Bagi Made Sukariata, pemerintah telah menepati janjinya terkait bonus SEA Games. Selain itu, pencairan bonus dari pemerintah sangat cepat. Lantaran SEA Games selesai pada 20 Desember 2025 lalu dan bonus diberikan pada 8 Januari 2026.

Atas pencairan bonus itu, Made Sukariata dan Maria sangat bersyukur. Mereka akan menggunakan bonus dengan sebaik-baiknya sebagai persiapan masa depan kelak. "Bonus yang kami peroleh, kami fokuskan untuk masa depan. Selain itu, tidak ada rencana lain," papar pria yang juga suami dari Maria ini.

Setelah menerima bonus, kata mantan atlet atletik Bali ini, Maria masih menunggu SK masuk Pelatnas, apakah masuk dalam skuat tim Indonesia ke Asian Games 2026 Nagoya, Jepang atau tidak. Disela-sela menunggu SK, mereka berdua menggunakan waktu untuk rehat sejenak.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Sapta Raja Oktohari (Okto) menegaskan, bahwa pencairan bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali SEA Games ke-33 Thailand 2025 yang terealisasi 14 hari setelah penutupan merupakan hasil dari kerja bersama dan sinergi kuat lintas pemangku kepentingan olahraga nasional.

Okto menyampaikan, kebijakan bonus kepada atlet terbesar sepanjang sejarah SEA Games ini mencerminkan perhatian langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap para atlet dan masa depan olahraga nasional.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama bangsa. Negara hadir, tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga memastikan atlet mendapatkan penghargaan yang layak dan tepat waktu,” ucap Okto dalam keterangan yang diterima Kamis (8/1) malam.

SEA Games Thailand 2025 sendiri menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia. Tim Indonesia sukses menempati peringkat kedua klasemen akhir untuk pertama kalinya sejak 1995, dengan raihan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu, melampaui target awal 80 medali emas.

NOC Indonesia menilai capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi menyeluruh, melibatkan pemerintah, kementerian dan lembaga, federasi cabang olahraga, pelatih, ofisial, serta para atlet. Peran Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, bersama tim dari NOC Indonesia, dinilai krusial dalam memastikan kesiapan teknis, koordinasi, serta perlindungan kepentingan atlet selama kompetisi berlangsung. 

Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan, bahwa penyaluran bonus dilakukan secara langsung dan transparan sebagai bentuk akuntabilitas negara kepada atlet. 

“Untuk memastikan transparansi, bonus disalurkan langsung kepada atlet dan pelatih. Ini adalah bentuk penghargaan negara sekaligus amanah untuk masa depan mereka,” kata Erick Thohir. Total bonus yang disalurkan senilai Rp465,25 miliar, mencakup atlet dan pelatih dari nomor perorangan, ganda, hingga beregu. 7 k22

Komentar