Pekerja Migran asal Tulamben Meninggal di Turki
Jenazah Tiba di Bali, Ada Bekas Jahitan di Leher
AMLAPURA, NusaBali - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Ni Komang Dewantari,31, meninggal dunia di Turki.
Dewantari diketahui meninggal dunia pada. Selasa (23/12/2025) lalu. Jenazah ‘pejuang devisa’ ini pun telah tiba di rumah duka di Karangasem pada, Kamis (8/1).
Kapolsek Kubu AKP I Nyoman Sukarma seizin Kapolres AKBP I Made Santika menyebutkan berdasarkan pantauan anggota Bhabinkamtibmas Desa Tulamben, Aiptu I Gede Widiana yang melakukan pulbaket (pemantauan awal untuk mendapatkan bukti permulaan) di rumah duka, menginformasikan PMI atas nama Ni Komang Dewantari itu meninggal di Turki, Selasa (23/12/2025) lalu. Diketahui dua hari sebelum meninggal korban hilang kontak dengan keluarganya. Jenazah Dewantari sendiri tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (8/1) pukul 14.30 Wita diangkut dengan pesawat cargo.
Usai mendarat jenazah lalu diantar mobil ambulance dan tiba di rumah duka Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Kamis pukul 17.00 Wita. Kedatangan jenazah diterima sang suami I Gede Putra Mariasa. Jenazah lalu dibuka disaksikan pihak keluarga. Saat itu keluarga korban kaget saat melihat ada jahitan di leher sampai perut. Keluarga korban berencana untuk menggelar upacara makingsan ring gni pada Saniscara Paing Merakih, Sabtu (10/1) di Setra Desa Adat Tulamben, Kecamatan Kubu.
Kapolsek Kubu AKP I Nyoman Sukarma mengatakan adanya jahitan dari leher hingga perut, karena jenazah korban diautopsi pihak Jaksa Republik Antalya Emre Eroglu Turki untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Berdasarkan dokumen, korban meninggal Selasa (23 Desember 2025), di pantai pukul 17.10 Wita, saat ditemukan korban tidak diketahui identitasnya.
Autopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan taksikologi, sampel untuk pemeriksaan histopatologi, sampel darah untuk pemeriksaan DNA dan pemeriksaan biologis. "Keluarga korban berencana mencari penerjemah untuk mengetahui isi dokumen yang menyertai jenazah," kata AKP Sukarma.
Di bagian lain, Perbekel Tulamben, I Nyoman Pica membenarkan salah satu warganya meninggal di Turki. "Ya, saya dapat info, meninggal di Turki, itu saja," katanya. Sedangkan, Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Karangasem Ni Luh Putu Ari Dewi Wirawan mengaku dapat laporan terkait adanya PMI meninggal di Turki. "Hanya saja setelah saya cek di Balai Perizinan Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia di Denpasar, korban tidak masuk daftar tenaga kerja legal," katanya. 7 ntr
Komentar