Swasembada Perkuat Pangan
JAKARTA, NusaBali - Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian mengapresiasi capaian swasembada beras Indonesia per 31 Desember 2025 sebagaimana diumumkan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Wakil Ketua (Waka) Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menilai, capaian tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. "Swasembada pangan merupakan capaian strategis yang patut diapresiasi. Fakta bahwa Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2025 menunjukkan penguatan kapasitas produksi pangan nasional,” ujar Abdul Kharis, Kamis (8/1).
Pemerintah juga menyampaikan, bahwa cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog pada akhir 2025 mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Menurut Abdul Kharis, kondisi ini memberi ruang yang lebih kuat bagi negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Meski demikian, Abdul Kharis mengingatkan, agar capaian swasembada pangan tidak berhenti pada aspek produksi dan cadangan. Menurutnya, indikator keberhasilan utama tetap terletak pada stabilitas harga pangan serta peningkatan kesejahteraan petani. “Keberhasilan swasembada harus dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat. Harga gabah di tingkat petani serta keterjangkauan harga pangan bagi konsumen harus terus dijaga,” kata Abdul Kharis.
Selain beras, Abdul Kharis berharap upaya penguatan pangan nasional juga diarahkan pada percepatan swasembada komoditas strategis lainnya. "Seperti jagung, kedelai, bawang putih, serta komoditas protein hewani, guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh," papar Abdul Kharis.
Ias pun menegaskan, Komisi IV DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pangan nasional berjalan secara berkelanjutan, berbasis data, dan berpihak pada petani. 7k22
Komentar