nusabali

SMP di Denpasar Siap Terima MBG Pertama Tahun 2026

Sekolah Harap Kualitas Menu Konsisten

  • www.nusabali.com-smp-di-denpasar-siap-terima-mbg-pertama-tahun-2026

DENPASAR, NusaBali - Setelah pergantian tahun dan sempat libur tiga hari, program makan bergizi gratis (MBG) akan beroperasi lagi, Kamis (8/1/2026). Sekolah penerima di Kota Denpasar seperti SMPN 1 dan 7 Denpasar siap menerima porsi pertama untuk tahun 2026 ini.

“Ini program pemerintah, jadi kami menaati dan bersyukur, serta tetap menjaga pelaksanaannya demi kesehatan peserta didik,” ujar Kepala SMPN 1 Denpasar (Spensa) Ni Wayan Raiyani ketika ditemui, Rabu (7/1/2026) pagi.

Raiyani menuturkan, SMP negeri yang berlokasi di Jalan Surapati, Denpasar Timur tersebut merupakan pilot project penerapan MBG sejak Maret 2025. Kata dia, Spensa menerima 943 porsi MBG sesuai jumlah keseluruhan siswa kelas VII, VIII, dan IX.

Selama MBG libur, siswa Spensa mempersiapkan bekal dari rumah dan mengandalkan makanan serta jajanan dari kantin sekolah. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga mengirim bingkisan berisi susu, kacang, buah, dan roti tawar selama jeda MBG.Kesiapan senada diutarakan Kepala SMPN 7 Denpasar I Wayan Sugianta. “Kami sudah dikabari BGN (Badan Gizi Nasional) bahwa besok (hari ini) akan menerima MBG pertama tahun ini,” ujarnya.

Kata Sugianta, SMP negeri berjuluk Schooven ini mulai menerima porsi MBG pada 20 November 2025. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar Barat ini menerima 1.090 porsi setiap harinya sesuai jumlah keseluruhan siswa.

Sejauh pelaksanaan MBG, Raiyani dan Sugianta menilai program pemerintah pusat ini sudah berjalan cukup baik. Namun, mereka mengingatkan agar menjaga kualitas dan variasi menu demi kesehatan para tunas bangsa.

“Kami setiap hari memonitor melalui tim. Kenapa menunya begini, begitu, kami perhatikan menu anak dan selalu dikomunikasikan dengan SPPG,” beber Raiyani.

Meski begitu, Raiyani mengapresiasi kinerja SPPG yang sudah cukup baik selama 2025. Walaupun masih memerlukan perbaikan di berbagai lini, dia bersyukur MBG di Spensa itu tidak separah luar daerah yang menghadapi kasus keracunan.

Sebagai kepala sekolah dari SMP yang pertama menerima MBG ketika diluncurkan Maret 2025, Raiyani mendorong program variasi menu terjadwal. Hal ini demi mengurangi kebosanan siswa, sekaligus membantu sekolah memonitor menu setiap harinya.

“Misalnya, Senin menunya apa dan seterusnya, ada tabel, berlaku satu bulan. Bulan berikutnya tinggal dirotasi harinya,” usul Raiyani.

Setali tiga uang, Sugianta juga mendorong hal serupa. Dia berharap siswa dapat menerima MBG dengan kualitas yang konsisten setiap hari. Hal ini dapat diawali dengan memastikan bahan baku tetap segar.

“Kami tentu selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak. Apakah itu menunya, sayurnya, lauknya, dan yang lainnya, termasuk buahnya,” tegas Sugianta.

Raiyani dan Sugianta memastikan bahwa sekolah telah memiliki tim khusus untuk memonitor atau membantu menerima penyaluran MBG. Upaya ini demi menjaga MBG yang sampai ke siswa dalam kondisi baik dan dapat dievaluasi untuk penyaluran berikutnya. 

Disdikpora Denpasar mencatat, dari total 254 SD (166 di antaranya negeri), 292 TK (3 TK negeri), dan 84 SMP (17 SMP negeri), baru 89 sekolah yang menerima layanan MBG. Rinciannya, sebanyak 18 PAUD/TK, 54 SD, dan 17 SMP telah mendapatkan program MBG.

Secara wilayah, penerima MBG di Denpasar Selatan meliputi 3 TK/PAUD dengan 265 siswa, 21 SD dengan 8.303 siswa, serta 5 SMP dengan 2.528 siswa. Di Denpasar Barat, MBG diterima oleh 8 SD dengan 3.850 siswa dan 5 SMP dengan 5.098 siswa, sementara belum ada TK/PAUD yang terlayani.

Di Denpasar Utara, MBG menjangkau 1 TK/PAUD dengan 145 siswa, 4 SD dengan 1.355 siswa, serta 1 SMP dengan 396 siswa. Sementara di Denpasar Timur, program ini diterima oleh 14 TK/PAUD dengan 1.412 siswa, 21 SD dengan 8.303 siswa, dan 27 SMP dengan 7.400 siswa. 7 rat

Komentar