Gelombang Tinggi Hentikan Aktivitas Nelayan Pantai Lebih
Cuaca Pesisir Diprediksi Tidak Bersahabat hingga Maret
GIANYAR, NusaBali.com – Cuaca buruk yang ditandai gelombang tinggi dan angin kencang masih membayangi wilayah pesisir Bali. Kondisi ini membuat sekitar 75 nelayan tradisional di Pantai Lebih, Desa Lebih, Gianyar, terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
Dampaknya cukup terasa, terutama menjelang dan saat perayaan Tahun Baru. Pasokan ikan segar di pasaran menurun drastis, padahal permintaan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan ikan panggang, justru meningkat.
Pemerhati nelayan Pantai Lebih sekaligus Danton Balawista Gianyar, Wayan Hermanto, Senin (5/1/2026), mengatakan cuaca ekstrem telah berlangsung sejak dua pekan sebelum pergantian tahun. Ia bersyukur pada bulan sebelumnya nelayan masih sempat memperoleh hasil tangkapan yang cukup baik.
“Bulan sebelumnya nelayan masih menikmati hasil tangkapan gurita dan ikan lemuru. Sebagian hasil itu bisa disimpan sebagai tabungan untuk menghadapi kondisi paceklik seperti sekarang,” ujarnya.
Menurut Hermanto, sebagian besar nelayan Pantai Lebih tidak sepenuhnya bergantung pada hasil laut. Saat tidak melaut, yang diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang, mereka beralih ke pekerjaan lain.
“Umumnya bekerja sebagai buruh bangunan, tukang asab bata untuk pembangunan pelinggih, atau menggarap lahan pertanian,” jelasnya. Selain itu, hampir semua nelayan juga memiliki tabungan cadangan dalam bentuk ternak sapi.
Seiring cuaca buruk yang masih diprediksi berlanjut, Balawista Gianyar terus mengintensifkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak mandi atau berenang di Pantai Lebih.
“Kami lakukan pembatasan aktivitas di pantai sesuai kondisi gelombang demi keselamatan,” tegas Hermanto. *nvi
Pemerhati nelayan Pantai Lebih sekaligus Danton Balawista Gianyar, Wayan Hermanto, Senin (5/1/2026), mengatakan cuaca ekstrem telah berlangsung sejak dua pekan sebelum pergantian tahun. Ia bersyukur pada bulan sebelumnya nelayan masih sempat memperoleh hasil tangkapan yang cukup baik.
“Bulan sebelumnya nelayan masih menikmati hasil tangkapan gurita dan ikan lemuru. Sebagian hasil itu bisa disimpan sebagai tabungan untuk menghadapi kondisi paceklik seperti sekarang,” ujarnya.
Menurut Hermanto, sebagian besar nelayan Pantai Lebih tidak sepenuhnya bergantung pada hasil laut. Saat tidak melaut, yang diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang, mereka beralih ke pekerjaan lain.
“Umumnya bekerja sebagai buruh bangunan, tukang asab bata untuk pembangunan pelinggih, atau menggarap lahan pertanian,” jelasnya. Selain itu, hampir semua nelayan juga memiliki tabungan cadangan dalam bentuk ternak sapi.
Seiring cuaca buruk yang masih diprediksi berlanjut, Balawista Gianyar terus mengintensifkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak mandi atau berenang di Pantai Lebih.
“Kami lakukan pembatasan aktivitas di pantai sesuai kondisi gelombang demi keselamatan,” tegas Hermanto. *nvi
Komentar