nusabali

FK Unud Kirim Tim Kesehatan Ke Sumut

Bantu Kesehatan Masyarakat Terdampak Bencana

  • www.nusabali.com-fk-unud-kirim-tim-kesehatan-ke-sumut

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, perawatan luka ringan, serta edukasi kesehatan bagi anak-anak.

DENPASAR, NusaBali
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), dengan dukungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat tanggap bencana di Sumtra pada 21–27 Desember 2025. Pelayanan kesehatan difokuskan di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bona Lumban, wilayah yang terdampak cukup parah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).

Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Ni Nyoman Dewi Pascarani dalam keterangannya, Minggu (4/1) mengungkapkan tim FK Unud yang diberangkatkan ke lokasi bencana itu berjumlah 10 orang. Mereka berasal dari berbagai disiplin, mulai dari Pendidikan Dokter, Spesialis Bedah, Bedah Saraf, Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, hingga Kesehatan Masyarakat. 

“Komposisi tim disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kesiapan tenaga medis sebagai relawan. Seluruh pelayanan dilakukan langsung di lingkungan permukiman warga agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang masih mengalami keterbatasan mobilitas,” ujar Dewi Pascarani. 

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, perawatan luka ringan, serta edukasi kesehatan bagi anak-anak. Seluruh pelayanan dilakukan langsung di lingkungan permukiman warga agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang masih mengalami keterbatasan mobilitas.

Tercatat sebanyak 227 warga menerima layanan kesehatan. Keluhan terbanyak yang ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, penyakit kulit, serta nyeri otot. Dari hasil skrining, ditemukan seorang lansia dengan dugaan kanker payudara yang segera dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan dengan pendampingan petugas puskesmas setempat.

“Selain pelayanan medis, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada 185 anak, terutama mengenai kecacingan dan perlindungan diri, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,” imbuh Dewi Pascarani. 

Dikatakannya, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, RSUD Pandan, serta Desk Relawan Tapanuli Tengah.

Pengalaman pelayanan langsung di lokasi bencana, lanjut Dewi Pascarani, menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan dasar tetap tinggi meskipun bencana telah berlangsung 1,5 bulan yang lalu. “Warga tidak hanya membutuhkan penanganan penyakit akibat banjir, tetapi juga keberlanjutan layanan kesehatan dasar di tengah keterbatasan akses dan kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya,” pungkasnya.7 adi

Komentar