2.215 Warga Buleleng Jadi Pekerja Migran
Turki Jadi Negara Paling Diminati
Warga diingatkan agar tidak tergiur iming-iming kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang jelas.
SINGARAJA, NusaBali
Minat masyarakat Buleleng untuk bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih cukup tinggi. Mayoritas pekerja migran memilih sektor pariwisata, baik di darat maupun di kapal pesiar, dengan Turki menjadi negara tujuan paling diminati.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa. Ia menyebutkan, berdasarkan data Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, jumlah PMI asal Buleleng yang tercatat berangkat bekerja ke luar negeri pada 2025 mencapai 2.215 orang.
“Data ini yang tercatat secara resmi. Kemungkinan jumlahnya bisa lebih banyak karena ada yang tidak masuk dalam basis data,” kata Arimbawa, Minggu (4/1).
Berdasarkan data penempatan PMI tahun 2025, keberangkatan tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan total 328 orang, disusul Maret sebanyak 280 orang dan Mei sebanyak 276 orang. Sementara itu, total PMI laki-laki tercatat 1.183 orang, sedangkan perempuan 1.032 orang.
Adapun secara bulanan, jumlah PMI asal Buleleng yang berangkat ke luar negeri tercatat 135 orang pada Januari, meningkat menjadi 206 orang pada Februari, lalu 280 orang pada Maret, dan 209 orang pada April. Angka tersebut terus berfluktuasi hingga November sebanyak 138 orang.
Putu Arimbawa menjelaskan, selain Turki, beberapa negara lain yang juga menjadi tujuan utama PMI asal Buleleng antara lain Maldives, Polandia, dan Rusia. Tren terbaru menunjukkan Rusia mulai banyak diminati, khususnya untuk sektor pariwisata dan jasa. “Dominasi penempatan masih di sektor pariwisata, baik di darat seperti hotel dan restoran, maupun di kapal pesiar,” ujarnya.
Di sisi lain, Arimbawa mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur iming-iming kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang jelas. Ia menekankan pentingnya mengikuti mekanisme resmi untuk menghindari praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Ikuti prosedur yang ada. Jangan mudah percaya dengan janji atau iming-iming. Sekarang banyak modus penipuan yang mengarah ke TPPO,” tegasnya.
Ia juga mengimbau calon PMI untuk aktif mencari informasi sebelum berangkat. Masyarakat dipersilakan datang langsung ke kantor Disnaker Buleleng untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur, agen resmi, hingga negara tujuan kerja. Dengan tingginya minat bekerja ke luar negeri, Disnaker berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prosedur resmi terus meningkat. Sehingga perlindungan terhadap PMI dapat lebih optimal.
“Kalau ragu atau ingin tahu lebih jelas soal agen dan mekanisme keberangkatan, silakan datang ke Disnaker. Kami akan memberikan penjelasan agar masyarakat berangkat secara aman dan legal,” katanya.7 mzk
Komentar