nusabali

Rayakan Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ngopi Bareng Generasi Muda

  • www.nusabali.com-rayakan-tumpek-krulut-gubernur-koster-ngopi-bareng-generasi-muda

DENPASAR, NusaBali.com – Memperingati Rahina Tumpek Krulut, yang menurut Dresta Bali dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau hari kasih sayang, Gubernur Bali Wayan Koster merayakannya dengan cara sederhana namun dekat dengan generasi muda. Sabtu (3/1/12) pagi, Koster mengunjungi sejumlah kedai kopi lokal di Kota Denpasar untuk mentraktir anak-anak muda sekaligus berinteraksi santai di ruang publik.

Perayaan dimulai dengan persembahyangan di Pura Luhur Candi Narmada, Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan. Setelah itu, Koster melanjutkan kunjungan ke kedai kopi Jenar Kaliasem sekitar pukul 09.20 WITA. Kehadirannya disambut antusias pengunjung yang didominasi anak muda. Meski pagi, antrean kopi tampak panjang.

Di lokasi tersebut, Koster menyalami pengunjung, melayani permintaan swafoto, dan mentraktir kopi. Suasana hangat terlihat saat gubernur berbincang ringan dengan para pengunjung.

Untuk memperluas perayaan Tumpek Krulut, Koster juga mentraktir warga Bali di Tan-Panama Coffee, Jalan Veteran, Denpasar Utara, serta santap kuliner di Babi Guling Men Wenci, Jalan Yudistira, Sangeh, Abiansemal, Badung. Undangan untuk bergabung dalam kegiatan ini dibagikan secara terbuka melalui media sosial Pemerintah Provinsi Bali sejak H-1, sehingga masyarakat luas bisa ikut merasakan perayaan.

Menurut Koster, kegiatan ini merupakan implementasi nilai tresna asih, yakni menumbuhkan welas asih, keharmonisan, dan kepedulian antarsesama tanpa sekat. “Tumpek Krulut dilaksanakan secara niskala dan sekala. Secara niskala kita laksanakan persembahyangan, secara sekala diwujudkan lewat aktivitas ngopi bareng sebagai media interaksi dan kasih sayang dengan masyarakat, khususnya anak-anak muda,” ujar Koster.

Gubernur menekankan pentingnya Tumpek Krulut sebagai hari persembahan khas Dresta Bali yang bersumber dari kearifan lokal, untuk membangun jati diri, karakter, dan identitas masyarakat Bali. Antusiasme generasi muda, kata Koster, terlihat sejak pagi dan diperkirakan meningkat hingga siang. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk mentraktir kopi dan makan bersama, dibiayai dari anggaran operasional.

Dalam suasana santai, Koster juga berbagi pengalaman soal kopi. Ia mengaku biasanya minum kopi arak, namun pagi itu mencoba kopi biasa. Ia menjelaskan kebiasaan masyarakat Karangasem yang mencampur kopi dengan arak agar lebih ramah bagi asam lambung, pengalaman yang telah dibuktikannya sendiri.

Koster juga menyinggung penggunaan plastik sekali pakai di kedai kopi. Meski masih ada, jumlahnya sudah berkurang dibandingkan sebelumnya. Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong perbaikan bertahap untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

Perayaan Tumpek Krulut akan berlanjut malam hari dengan pertunjukan musik di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali Art Centre, Denpasar, mulai pukul 18.00 WITA. Penampilan band-band pelajar SMA se-Kota Denpasar diikuti seremonial singkat dan hiburan musik. Sejumlah musisi dan seniman Bali, antara lain Bagus Wirata, Lolot, Jun Bintang, Yong Sagita, Bayu KW, Agus Veron, Lebri Partami, dan Putri Bulan, turut memeriahkan acara.

Pertunjukan musik ini dirancang untuk menciptakan suasana batin yang tenang dan selaras, sejalan dengan spirit Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang, kehalusan rasa, dan keharmonisan dalam Dresta Bali. *tr

Komentar