nusabali

Perlintasan di Bandara Ngurah Rai Naik 14 Persen, Capai 15 Juta Orang Sepanjang 2025

  • www.nusabali.com-perlintasan-di-bandara-ngurah-rai-naik-14-persen-capai-15-juta-orang-sepanjang-2025

DENPASAR, NusaBali.com - Arus perlintasan orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mencatat total perlintasan mencapai sekitar 15 juta orang, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Winarko, Jumat (2/1/2026), mengatakan dari total perlintasan tersebut, sebanyak 6,9 juta merupakan wisatawan mancanegara. Peningkatan ini sejalan dengan tren pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Bali.

“Jumlah perlintasan orang di Bandara Ngurah Rai sepanjang 2025 mencapai sekitar 15 juta orang, naik sekitar 14 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah itu, 6,9 juta merupakan wisatawan asing,” ujarnya.

Seiring meningkatnya arus kedatangan dan keberangkatan, Imigrasi Ngurah Rai juga memperkuat pengawasan keimigrasian. Sepanjang 2025, tercatat 1.326 warga negara asing (WNA) ditolak masuk karena tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, dilakukan penundaan keberangkatan terhadap 1.221 orang, baik WNA maupun WNI, sebagai langkah preventif sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penegakan hukum, Imigrasi Ngurah Rai menangani dua kasus tindak pidana keimigrasian. Selain itu, dilakukan 912 tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian, pendetensian, penangkalan, serta pembatalan izin tinggal. Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, jajaran Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melaksanakan 1.196 kegiatan patroli keimigrasian dan 450 kegiatan pengawasan sepanjang tahun.

Di bidang pelayanan publik, Imigrasi Ngurah Rai menerbitkan 27.977 paspor Republik Indonesia. Sebagai upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sebanyak 338 permohonan paspor ditolak karena diduga akan digunakan untuk bekerja sebagai pekerja migran Indonesia nonprosedural.

Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai juga menerbitkan 53.428 izin tinggal, yang terdiri atas izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap.

“Peningkatan arus perlintasan ini juga berdampak positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak. Sepanjang 2025, Imigrasi Ngurah Rai berhasil menyumbang PNBP sebesar Rp 1,5 triliun atau 97,41 persen dari target,” jelas Winarko.

Ia menambahkan, Imigrasi Ngurah Rai juga terus mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui program Eazy Paspor dan Eazy Intal yang digelar di pusat perbelanjaan dengan total kuota sekitar 1.000 layanan sepanjang 2025.

Ke depan, Winarko menegaskan komitmen Imigrasi Ngurah Rai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian, memperkuat pengawasan, serta mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pariwisata Bali yang aman dan berkelanjutan.*ris

Komentar