Pecalang Gumi Kebonkuri Siaga Tahun Baru, 112 Personel Amankan Wilayah Kesiman
DENPASAR, NusaBali.com – Menyambut malam pergantian tahun, Pecalang Gumi Kebonkuri Kesiman menggelar siaga penjagaan wilayah demi memastikan keamanan lingkungan, Selasa malam (31/12/2025). Apel siaga dipusatkan di kawasan Sekar Jambu Jalan Sedap Malam, yang menjadi titik kumpul sekaligus pusat komando pengamanan.
Ketua Pecalang Gumi Kebonkuri Kesiman, Ketut Mudita, menjelaskan bahwa penjagaan berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WITA, dengan menurunkan total 112 personel. “Pecalang yang kami libatkan ada 60 orang dari empat banjar, ditambah 32 anggota Linmas kelurahan Kesiman dan 20 pecalang dari lingkungan Buaji,” ujarnya.
Empat banjar yang tergabung dalam Pecalang Gumi Kebonkuri, yakni Banjar Kebonkuri Lukluk, Banjar Kebonkuri Tengah, Banjar Kebonkuri Mangku, dan Banjar Kebonkuri Kelod. Apel siaga turut dihadiri pejabat kelurahan Kesiman, yakni Kasi Pemerintahan yang mewakili lurah yang berhalangan hadir.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap malam pergantian tahun. Tujuannya menjaga keamanan lingkungan apalagi malam tahun baru identik dengan minuman keras, hiburan, hingga aktivitas masyarakat yang rawan memicu gangguan kamtibmas,” kata Mudita.
Untuk memaksimalkan penjagaan, wilayah Kebonkuri dibagi menjadi beberapa zona pengawasan. Zona rawan berada di Gang Cempaka Putih yang menjadi perbatasan Kesiman, Renon, Tanjung Bungkak, dan Sanur. Pecalang juga memantau kafe-kafe di sekitar Gumi Kebonkuri serta kompleks kos-kosan yang berpotensi menjadi titik keramaian.
Selain fokus pengamanan malam tahun baru, Pecalang Gumi Kebonkuri mulai mempersiapkan rangkaian Karya Agung yang akan digelar pada Agustus 2026. Tahapan persiapan internal dimulai sejak awal tahun.
“Tanggal 13 Januari 2026 ada piodalan di pura kahyangan pada Anggara Kasih Tambir. Setelah itu, tanggal 28 Januari mulai proses ngetus atau munggel Ida Sesuhunan, lanjut menyusun persiapan sarana-prasarana hingga Agustus. Panitia sudah dibentuk setahun sebelumnya,” terangnya.
Mudita berharap tahun 2026 membawa suasana yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. “Di tahun 2025 kami menghadapi banyak cobaan, dari kasus kriminal, bencana, hingga krisis ekonomi. Di 2026 ini kami tidak berharap muluk-muluk. Cukup karya berjalan lancar, dan masyarakat diberikan keselamatan serta kesehatan. Astungkara, semoga semua diberikan jalan oleh Tuhan,” pungkasnya. ✽m03
Komentar