nusabali

Tahun 2025, DTW Tanah Lot Raih Rp 72 Miliar

  • www.nusabali.com-tahun-2025-dtw-tanah-lot-raih-rp-72-miliar

Capaian tersebut ditopang oleh kunjungan wisatawan sekitar 1,4 juta orang sepanjang 2025, dengan rata-rata kunjungan 117.270 wisatawan per bulan.

TABANAN, NusaBali
Pendapatan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, sepanjang tahun 2025 melampaui target. Sampai akhir Desember 2025, realisasi pendapatan sementara mencapai Rp 72 miliar lebih. Angka ink melampaui target Rp 64 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh kunjungan wisatawan sekitar 1,4 juta orang sepanjang 2025, dengan rata-rata kunjungan 117.270 wisatawan per bulan. Puncak kunjungan tertinggi tercatat pada Januari 2025 dengan 158.296 wisatawan, disusul April sebanyak 146.335 wisatawan dan Mei 142.207 wisatawan. Lonjakan kunjungan dipengaruhi momen libur awal tahun, hari besar keagamaan, serta meningkatnya arus wisatawan mancanegara.
 
Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan tren positif pendapatan juga didorong meningkatnya kunjungan menjelang akhir tahun. Sejak 20 Desember 2025, jumlah wisatawan harian naik dari rata-rata 3.000–4.000 orang menjadi 4.000–5.000 orang per hari hingga jelang akhir Desember. “Target pendapatan Rp 64 miliar sudah terlampaui. Saat ini realisasi mencapai lebih dari Rp 72 miliar,” ujarnya, Selasa (30/12).

Disebutkan, pada periode libur akhir tahun, kunjungan didominasi wisatawan domestik, khususnya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Yogyakarta. Sementara wisatawan mancanegara masih didominasi pasar India, China, kawasan Asia lainnya, Australia, serta Eropa.

Meski pendapatan meningkat, jumlah kunjungan wisatawan tahun 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1,7 juta kunjungan. "Penurunan ini diduga dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kemacetan lalu lintas di Bali, bencana banjir di beberapa wilayah, serta persoalan sampah yang menjadi perhatian publik," tegasnya. 
 
Menghadapi tahun 2026, pengelola DTW Tanah Lot berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan pelaku pariwisata. Upaya tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan krusial, khususnya kemacetan, sekaligus menjaga tren positif pendapatan dan meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot.7des

Komentar