nusabali

Jeg Mantap! Mengenal I Wayan Guntur, Influencer Kuliner Bali Bergaya Ketewel

  • www.nusabali.com-jeg-mantap-mengenal-i-wayan-guntur-influencer-kuliner-bali-bergaya-ketewel

MANGUPURA, NusaBali.com – ‘Jeg mantap...!’ Mungkin jargon ini tidak asing bagi pecinta kuliner Bali yang biasa mencari konten tutorial atau resep rumahan hidangan khas Pulau Dewata di media sosial. Sosok di baliknya adalah I Wayan Guntur, 49.

Bukan chef, koki, maupun pemilik warung makan—hanya seorang warga Banjar Puseh, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang memiliki hobi mebat karena terbentuk dari kebiasaan adat desa setempat. Menariknya, skill profesionalnya bukan pada bidang kuliner—melainkan seorang guru bela diri.

Meski begitu, resep masakan Bali bergaya Ketewel yang dibagikannya di medsos menarik perhatian warganet. Ia tampil di depan kamera secara sederhana dengan pakaian adat nista khas warga adat ketika mebat. Set syutingnya duduk lesehan dengan perlengkapan talenan bundar dan pisau blakas—gaya yang sangat familiar bagi warga Bali.

“Jadi konten kreator ini nasib yang membawa. Pendidikan tukang masak tidak ada. Bukan chef. Tapi saya punya hobi dari kecil yaitu mapatung, mebat, ngumpul sama teman. Dan, ada adat yang membentuk saya,” ungkap Guntur kepada NusaBali.com ketika ditemui baru-baru ini di Badung.

Kata Guntur, jalannya di dunia perkontenan ini berawal di tahun 2020 ketika Covid-19 melanda Tanah Air. Guntur sebelumnya berprofesi sebagai guru karate di sebuah sekolah internasional. Namun, pandemi membuatnya kehilangan pekerjaan. Daripada gabut, ia memilih mengabadikan hobinya dan dibagikan ke jagat maya.

“Saya masak-masak, anak saya yang merekam dan dinaikkan ke medsos. Ternyata tanggapannya bagus sekali. Waktu itu pertama kali saya mulai di YouTube,” ungkap pria kelahiran Ketewel, 11 Mei 1976 ini.

Guntur sendiri sudah membuat konten kuliner di YouTube sejak tahun 2018. Video pertamanya membagikan tutorial meracik lawar marlin khas Ketewel. Namun, ia baru menyeriusi profesi sebagai konten kreator setelah pemberlakuan lockdown pandemi sekitar Maret 2020 melalui konten lawar be tamban ala Ketewel.

Branding ‘khas atau ala Ketewel’ ini pun melekat sampai saat ini. Beragam hidangan Bali mulai dari lawar, serapah, goreng-gorengan hingga yang berkuah telah dibagikannya sesuai resep yang berkembang di Ketewel. Selain hidangan, Guntur juga membagikan resep komponen masakan Bali seperti basa genep, sambel emba, dan lain-lain.

“Yang dapat saya sampaikan itu kan masakan yang betul-betul saya kuasai yaitu yang berkembang di kampung saya, Ketewel,” tegas pemilik saluran YouTube Guntur I Wayan dengan 113.000 pelanggan ini.

Setelah membuat nama di YouTube, Guntur lantas melebarkan jangkauan kontennya ke medsos lain seperti Facebook, TikTok, hingga Instagram. Secara keseluruhan, ayah dua anak ini memiliki hampir 400.000 pengikut maupun pelanggan dari keempat media sosial tersebut.

Kontennya kini tidak hanya berbagi resep. Ia juga menjadi food vlogger dengan mengulas warung makan di seluruh Bali. Kata dia, konten di luar berbagi resep ini untuk penyegaran sekaligus mencari inspirasi menu yang dapat dibagikan kepada warganet. Di samping itu, penghasilan pun mulai mengalir dari adsense dan endorse.

“Kalau dibandingkan jadi guru karate di sekolah internasional, penghasilannya mirip-mirip. Cuman di konten ini saya menemukan kesenangan, bisa tambah teman, dan jalan-jalan. Ya, walaupun saya sendiri tidak bisa dipisahkan dari karate karena itu disiplin yang sudah membentuk karakter,” tegas kreator jebolan SMAN 1 Gianyar ini.

Berkat konten-konten kuliner Bali yang direspons positif warganet ini, Guntur kini juga kerap menerima job sebagai juri lomba ngelawar di berbagai daerah di Bali. Job pertama sebagai juri ini perdana diterimanya tahun 2023 pada lomba ngelawar antarfakultas di Universitas Mahasaraswati Denpasar.

“Sebagai konten kreator, yang dibutuhkan adalah konsistensi. Saya lihat teman-teman juga mulai ngonten dan sampai buat warung makan,” beber Guntur. Ia juga berharap kontennya sedikit banyak berdampak baik pada pelestarian kuliner Bali seiring semakin banyak warganet yang tergugah me-recook resep yang dibagikannya. *rat

Komentar