SMPN 17 Denpasar Ajukan Interactive Flat Panel ke Pusat
DENPASAR, NusaBali.com - SMPN 17 Denpasar tengah mengajukan permohonan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke pemerintah pusat. Pengajuan ini dilakukan setelah sekolah resmi memiliki gedung baru sehingga dinilai telah memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
Plt Kepala SMPN 17 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, Sabtu (27/12/2025), mengatakan selama kurang lebih setahun sekolah beroperasi dengan menumpang di gedung SMPN 14 Denpasar. Kondisi itu membuat pengajuan IFP belum dapat dilakukan sebelumnya.
“Karena kemarin kami belum ada gedung, jadi belum bisa menentukan kebutuhan IFP. Sekarang sudah progres pengajuan,” jelas Ugrasena.
Rencananya, perangkat panel atau TV merah putih tersebut akan dipasang di ruang perpustakaan atau ruang multimedia agar bisa langsung dimanfaatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, pengajuan IFP merupakan bagian dari pendataan kebutuhan yang dilakukan kementerian dan dinas pendidikan.
“Kami mengumpulkan informasi kebutuhan. Nanti diinformasikan apakah akan mendapatkan atau bagaimana prosesnya. Sampai saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya. Ia optimistis seluruh SMP negeri akan mendapat IFP secara bertahap, termasuk SMPN 17 Denpasar yang berstatus sekolah baru.
Sementara itu, Kasi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Disdikpora Denpasar, Ngakan Samudra, menjelaskan penerapan IFP dilakukan secara nasional bagi sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
“Di Denpasar belum semua sekolah menerapkan IFP. Sekolah yang ingin mendapatkan perangkat dapat mengajukan lewat Dapodik, apakah siap menerima atau tidak,” katanya.
Sekolah yang dinyatakan siap akan dikirimkan perangkat langsung dari pemerintah pusat. Namun ada juga sekolah yang menolak, seperti SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) yang sebelumnya sudah memiliki perangkat serupa.
Perangkat IFP yang diberikan pada sekolah antara lain layar digital 75 inci berbasis smart TV lengkap dengan teknisi. Untuk sekolah yang belum memiliki akses internet, paket bantuan ditambah dengan jaringan dan panel surya. Sementara sekolah di Denpasar disebutkan mayoritas sudah memiliki internet sehingga tinggal menyesuaikan pemasangan perangkat.
Pendataan program IFP di Denpasar dimulai sejak September 2025 dan ditargetkan rampung Desember 2025.
“IFP akan membuat pembelajaran lebih interaktif dan memudahkan guru mengajar di era digital. Guru juga dituntut inovatif karena harus menguasai alat ini. Makanya kemarin para guru diberi pelatihan empat hari,” tambah Ngakan Samudra. *may
Komentar