Angin Ngelinus Terjang Rumah Warga di Air Kuning
NEGARA, NusaBali - Sebuah rumah warga di Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Jembrana, mengalami kerusakan akibat diterjang angin ngelinus (angin puting beliung), Selasa (23/12) sore. Bencana alam ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Dari informasi, sapuan angin ngelinus di rumah warga bernama Munawar, itu terjadi pada sekitar pukul 17.00 Wita. Menurut keterangan pemilik rumah, tiupan angin kencang datang dari arah selatan, merusak bagian dapur berukuran sekitar 4 meter x 3 meter serta atap teras rumah, membuat material bangunan dan genteng berserakan di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi Rabu (24/12), membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan penanganan dan asesmen.
"Setelah menerima laporan pada pukul 19.28 Wita, tim TRC I dan Pusdalops segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan," ujarnya. Agus Artana menjelaskan bahwa hanya satu rumah yang terdampak dalam insiden itu.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Total kerugian material akibat kerusakan dapur dan atap rumah diperkirakan mencapai Rp 2.320.000. Rinciannya meliputi biaya usuk, balok, genteng, dan paku yang hancur diterjang angin.
"Pasca kejadian, warga setempat bersama perangkat desa dan aparat keamanan, termasuk Polsek Jembrana, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kelian Banjar Tengah, sudah langsung bergerak cepat membantu penanganan awal," tambah Agus Artana.
Tim di lapangan juga mencatat kebutuhan mendesak berupa alat-alat dapur dan terpal untuk menutupi bagian atap yang rusak. Pihak BPBD juga berencana mengusulkan bantuan untuk perbaikan rumah korban. "Untuk tindak lanjut permohonan perbaikan akan diajukan ke PMI (Palang Merah Indonesia)," ucap Agus Artana.
Kondisi cuaca pasca kejadian angin ngelinus itu dinyatakan sudah berangsur membaik. Namun, Agus Artana mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu, dia pun mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperkuat kesiapsiagaan.7ode
Komentar