nusabali

Pecalang dan Banser Amankan Ibadah Natal

  • www.nusabali.com-pecalang-dan-banser-amankan-ibadah-natal

Keterlibatan Banser dalam pengamanan ibadah Natal di wilayah Denpasar telah dilakukan sejak tahun 2016

DENPASAR, NusaBali
Ibadah Natal di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Maranatha, Jalan Surapati, Denpasar, Kamis (25/12) berjalan dengan lancar. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh TNI-Polri, Satpol PP, Linmas. Yang menarik, pengamanan diperkuat Pecalang Desa Adat Denpasar dan Banser menambah harmoninya suasana perayaan Natal.

Sejak pagi hari, Pecalang dan Banser tampak aktif membantu kelancaran lalu lintas di sekitar gereja, mengatur parkir sepeda motor, hingga membantu menyeberangkan jemaat yang hendak mengikuti ibadah. 

Bendahara Pecalang Banjar Abasan, Desa Adat Denpasar, Kadek Riana, mengatakan sebanyak 12 orang pecalang dikerahkan dalam pengamanan ibadah Natal di GPIB Maranatha Denpasar. 

Penjagaan dilakukan dalam dua sesi, yakni pada pagi hari pukul 08.00–12.00 Wita dan dilanjutkan kembali pada sore hari pukul 18.00–20.00 Wita. “Kegiatan pengamanan ini sudah kami lakukan sejak sekitar 10 tahun lalu dan terus berlanjut hingga sekarang,” ujar Kadek Riana.

Dia menambahkan, Pecalang Banjar Abasan tidak hanya melakukan pengamanan saat perayaan Natal, tetapi juga rutin membantu pengamanan setiap ibadah Minggu. Pada Minggu pagi, penjagaan dilakukan pukul 09.00–10.00 Wita, sedangkan pada sore hari pukul 18.00–20.00 Wita, dengan jumlah personel yang sama. Riana berharap hubungan persaudaraan antara Desa Adat dan pihak gereja dapat terus terjalin dengan baik sebagai bentuk kebersamaan dalam keberagaman.

Sementara itu, perwakilan Satuan Banser Denpasar Utara, Udiarnomo, menyampaikan sebanyak enam personel Banser dilibatkan dalam pengamanan di GPIB Maranatha. Pengamanan dilakukan dengan bersinergi bersama pihak kepolisian dan pecalang. “Selain di GPIB Maranatha, Banser juga turut membantu pengamanan ibadah Natal di Gereja Katedral,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, keterlibatan Banser dalam pengamanan ibadah Natal di wilayah Denpasar telah dilakukan sejak tahun 2016. Menurutnya, kehadiran Banser dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Salah seorang jemaat, Merry Christina, mengapresiasi keterlibatan pecalang dan Banser dalam pengamanan ibadah Natal. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat toleransi yang patut dijaga di tengah masyarakat yang majemuk. “Di negara yang beragam seperti Indonesia, toleransi seperti ini harus terus dipupuk dan digaungkan,” ujar Merry. Dia berharap, semangat toleransi dan kebersamaan tersebut dapat terus terjaga demi terciptanya kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama di Denpasar.mis

Komentar