Wawali Apresiasi Pagelaran Pembauran Kebangsaan
Wahana Pererat Persatuan dan Toleransi Dalam Spirit Vasudhaiva Kutumbakam
DENPASAR, NusaBali - Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol bekerjasama dengan Forum Pembauran Kebangsaan Kota Denpasar kembali menghadirkan Pagelaran Pembauran Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Denfest ke-18 di kawasan Patung Catur Muka, Selasa (23/12) sore.
Pada kegiatan yang dilaksanakan guna memberi wadah pembauran multi etnis dalam spirit vasudhaiva kutumbakam bahwa kita semua bersaudara, itu juga diluncurkan Calender of Event Kota Denpasar 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut disaksikan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Dandim 1611 Badung Kolonel Inf Putu Tangkas Wiratawan, Pj Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Denpasar I Made Arka, panglingsir puri, pimpinan OPD.
Berbagai kesenian multi etnis dipentaskan, yakni Tari Sekar Jempiring dan Tari Pendet dari Bali, Barongsai dari Inti Bali, Tari Jaipong dan Tari Wangsa khas Sunda, Tari Gandrung Marsan khas Banyuwangi, Reyog Ponorogo khas Ponorogo, Tari Paddupa khas bugis, Tarian Dolo-dolo khas NTT, Tari Indang dan Tari Ebeg Banyumas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mempererat persatuan dan kesatuan di kalangan masyarakat,” ujar Wawali Arya Wibawa.
Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. “Dalam semangat vasudhaiva kutumbakam, kita semua adalah bersaudara, sehingga kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan,” katanya.
Dia berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Denpasar.
“Mari kita terus menjaga dan memperkuat toleransi dan kerukunan di kalangan masyarakat, sehingga Denpasar tetap menjadi kota yang harmonis dan sejahtera,” tuturnya.
Made Arka menyatakan bangga dapat menampilan pagelaran bauran kebangsaan setiap tahunnya. Hal ini juga menjadikan Kota Denpasar sukses mendulang penghargaan Harmoni Award dari Kementerian Agama.
Dikatakannya, kegiatan ini merupakan momentum untuk menggemakan sepirit persatuan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan toleransi antarsuku, ras, agama, etnis, dan golongan untuk mewujudkan sinergi pembangunan di Kota Denpasar.
“Melalui Pagelaran Pembauran Kebangsaan ini diharapkan dapat mempererat persatuan, serta menjaga toleransi dalam spirit vasudhaiva kutumbakam bahwa kita semua bersaudara,” ujar Made Arka. @ mis
Komentar