nusabali

Bawaslu Bali Borong Penghargaan Nasional Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat

  • www.nusabali.com-bawaslu-bali-borong-penghargaan-nasional-pencegahan-dan-partisipasi-masyarakat

DENPASAR, NusaBali - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional dalam gelaran ‘Malam Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat’ yang diselenggarakan Bawaslu RI di Jakarta, Jumat (19/12).

Pada kategori Aktivitas Pencegahan Terbaik Tingkat Provinsi, Bawaslu Bali yang sukses menempati peringkat pertama, mengungguli nominasi dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Bawaslu Bali dalam merancang kebijakan pencegahan yang sistematis, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan kepemiluan.

Tidak hanya itu, Bawaslu Bali juga berhasil meraih peringkat pertama kategori Penguatan Kerja Sama dan Hubungan Antar-lembaga Tingkat Provinsi. Pencapaian ini menegaskan bahwa pola kolaborasi lintas pihak yang dibangun Bawaslu Bali berjalan efektif dan berdampak signifikan bagi penguatan ekosistem demokrasi daerah.

Sementara itu, pada level kabupaten/kota, Bawaslu Buleleng turut menorehkan prestasi dengan masuk dalam nominasi 10 besar Aktivitas Pencegahan Terbaik Kabupaten/Kota. Selain itu, pada kategori Penguatan Kerja Sama dan Hubungan Antar-lembaga tingkat Kabupaten/Kota, Bawaslu Denpasar terpilih masuk nominasi 10 besar. 

Capaian di bidang pencegahan dan penguatan kolaborasi dinilai menjadi modal besar untuk memastikan langkah pengawasan ke depan berlangsung lebih matang. 

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali Ketut Ariyani, menegaskan bahwa penghargaan menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan pencegahan di Bali berada di jalur yang tepat, tanpa harus menunggu terjadinya pelanggaran.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi sebuah pengingat bahwa pencegahan harus menjadi roh utama pengawasan pemilu. Bali belajar bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari menangani pelanggaran, tapi dari kemampuan mencegah masalah sebelum ia muncul,” ujar Ariyani.

Dia menambahkan bahwa pencapaian ini juga menjadi energi baru bagi Bawaslu Bali untuk memperluas cakupan partisipasi masyarakat. “Kami percaya pengawasan pemilu akan semakin kuat ketika masyarakat merasa memiliki pemilu, bukan sekadar menjadi peserta pasif. Itu sebabnya kami membangun jejaring, ruang diskusi, pendidikan politik, hingga keterlibatan komunitas lokal,” lanjutnya.

Ariyani juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabupaten/kota, terutama Buleleng dan Denpasar, yang turut membawa nama Bali di tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pencegahan bukan hanya strategi administratif, tetapi sebuah budaya kepemiluan yang harus diperkuat bersama.

Dengan raihan penghargaan ini, Bawaslu Bali menegaskan komitmen untuk terus memperkokoh langkah pencegahan, mengembangkan model partisipasi publik yang lebih strategis, dan memperluas kolaborasi lintas institusi. Upaya tersebut menjadi jalan panjang menuju pemilu berintegritas yang inklusif, humanis, dan partisipatif. 7 adi

Komentar