Jukung Terbalik, Lima Nelayan Selamat
MANGUPURA, NusaBali - Peristiwa kecelakaan laut terjadi di perairan Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, pada Senin (15/12) malam.
Sebuah jukung yang membawa lima orang nelayan terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, menyebabkan seluruh penumpangnya sempat terombang-ambing di tengah laut.
Kelima nelayan tersebut diketahui bernama I Wayan Rawan Atmaja, 65; I Made Sudarna, 43; Saiful, 35; Mangku Desel, 50; dan Agung Adi alias Jelih, 28. Informasi kejadian diterima Tim SAR gabungan sekitar pukul 18.00 Wita, atau sekitar 30 menit setelah jukung dilaporkan terbalik.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, TNI AL, unsur masyarakat, serta pihak keluarga korban langsung melakukan upaya pencarian. Lima personel SAR Basarnas Denpasar dikerahkan ke Pelabuhan Benoa untuk menggerakkan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi terakhir jukung dilaporkan terbalik.
“Informasi kami terima dari bapak Mudita 30 menit setelah kejadian,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya dalam keterangan persnya, Selasa (16/12) siang.
Proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca buruk. Gelombang tinggi disertai angin kencang menyulitkan tim saat menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.30 Wita, tim SAR menerima informasi dua orang nelayan berhasil ditemukan lebih dulu oleh nelayan lain yang sedang melaut.
“Dua korban berhasil ditolong oleh nelayan dan sudah sandar di Pantai Samuh, Nusa Dua dalam keadaan selamat,” ujar Sidakarya.
Upaya pencarian kemudian dilanjutkan hingga akhirnya sekitar 45 menit berselang, tiga nelayan lainnya berhasil ditemukan di tengah laut. Ketiganya dievakuasi menggunakan RIB dan dibawa ke Pelabuhan Benoa.
“Semua korban dalam keadaan selamat. Sekitar pukul 21.15 Wita, RIB kembali bersandar di Pelabuhan Benoa,” terangnya.
Sidakarya mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas melaut saat kondisi cuaca ekstrem. Hal ini menyusul adanya pengaruh bibit siklon 93 S yang berdampak pada sejumlah perairan di wilayah Bali.
“Kami imbau masyarakat untuk hindari dahulu aktivitas di perairan, gunung ataupun alam terbuka lainnya, diperkirakan kondisi cuaca buruk ini akan berlangsung hingga bulan Januari, meskipun diprediksi diantara waktu tersebut sempat mereda,” tutup Sidakarya.7 cr80
Komentar