Anjing Penggigit 12 Warga Positif Rabies
Anjing liar yang sebelumnya menyerang dan menggigit warga diperkirakan anjing dari luar banjar.
BANGLI, NusaBali
Anjing liar yang menyerang dan menggigit warga di Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut positif rabies. Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar, Senin (15/12).
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (KKP) I Wayan Sarma menyampaikan itu pada Selasa (16/12). "Seperti janji saya kemarin (hari Senin) sore hasil test sudah keluar. Hasilnya positif rabies, " ujarnya.
Terkait hal itu, Wayan Sarma mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kelian Dinas Banjar Sulahan, Desa Sulahan. Rencananya akan dilakukan vaksinasi VAR kembali di banjar setempat. "Vaksinasi sebelumnya sudah dilakukan pada bulan September lalu. Partisipasi masyarakat bagus, " ungkap pejabat asal Desa Tembuku, Bangli, ini.
Karena terjadi kasus gigitan lagi oleh anjing yang ternyata positif rabies, maka vaksinasi ulang akan dilakukan. "Sekaligus sosialisasi nanti dengan masyarakat di balai banjar," ujar Wayan Sarma. Selain itu juga akan dilaksanakan eliminasi secara selektif. Sedangkan anjing liar yang sebelumnya menyerang dan menggigit warga diperkirakan anjing dari luar banjar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 12 warga Banjar Sulahan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, diserang dan digigit anjing liar, Minggu (14/12) sore. Akibat serangan anjing tersebut ke -12 warga itu mengalami luka gigit. Malah seorang diantaranya harus menjalani perawatan di RSUD Bangli. Warga yang sudah lansia tersebut selain menderita luka gigit, juga alami cedera patah tulang akibat terjatuh ketika diamuk anjing liar tersebut.7 k17
Komentar