Banjir di 6 Desa, Puluhan Rumah Terdampak
Petugas BPBD Jembrana
Bencana Banjir
TRC BPBD Jembrana
Kalaksa BPBD Jembrana
I Putu Agus Artana Putra
NEGARA, NusaBali - Hujan lebat melanda Kabupaten Jembrana pada Senin (15/12) sore, menyebabkan bencana banjir di 6 desa/kelurahan. Akibatnya, puluhan rumah warga terdampak. Beberapa sungai utama dilaporkan meluap hingga mencapai batas senderan.
Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, 6 desa/kelurahan yang sempat kebanjiran itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, dan Kecamatan Jembrana. Di Kecamatan Melaya, tercatat tiga banjar di Desa Melaya tergenang, yakni Banjar Klatakan (3 KK terdampak), Banjar Sumber Sari (4 KK terdampak), dan Banjar Melaya Tengah Kaja (8 KK terdampak).
Di Kecamatan Negara, genangan air terpantau di Desa Kaliakah, khususnya di areal Kantor Perbekel dan Jalan Sedap Malam. Selain itu, banjir juga terjadi di Selatan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, dan sekitar TK Negeri Negara (Jabon), Kelurahan Lelateng.
Dampak paling signifikan tercatat di Kecamatan Jembrana. Di Kelurahan Loloan Timur, air telabah (sungai kecil) meluap dengan titik air tertinggi berada di Jalan Gunung Merapi, Gunung Agung Gang 17 dan 20.
Begitu juga terjadi luapan air dari Sungai Ijo Gading di Kelurahan Loloan Timur hingga di atas senderan. Genangan air di Jalan Gunung Kerinci, Lingkungan Loloan Timur, diketahui sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa, dengan total 12 KK terdampak.
Tak hanya itu, di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, juah ada 24 KK terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, banjir di Samblong dilaporkan menyebabkan kerugian material yang menimpa 10 kandang ayam dan 1 kandang sapi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi Selasa (16/12, mengatakan bahwa saat menerima laporan pada Senin sore, jajarannya sudah langsung melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah terdampak. Secara umum, dipastiskan tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Namun, beberapa rumah warga sempat tergenang, bahkan ada yang sampai masuk ke dalam rumah. Beberapa barang berharga telah evakuasi warga dibantu aparat desa. Setelah hujan mulai reda pada Selasa malam, genangan air sudah mulai surut. "Sementara belum ada laporan masyarakat yang sampai mengungsi. Malamnya anggota kami juga kembali melakukan monitoring dan air sudah mulai surut," ucap Agus Artana.
Selain pemantaun ke rumah warga, Agus Artana menjelaskan bahwa tim TRC BPBD Jembrana juga sempat memantau kondisi debit sungai. Debit air di Jembatan Remojo, yang berada di timur Polsek Negara, sudah mencapai batas senderan, dan air di jalan sempat mencapai setinggi mata kaki orang dewasa.
Kondisi serupa terjadi di Sungai Ijo Gading dan Sungai Samblong, Kelurahan Sangkaragung, yang debit airnya besar dan semakin tinggi hingga mencapai batas senderan sungai. Bahkan, jembatan penghubung Banjar Munduk dengan Banjar Pangkung Liplip di Desa Kaliakah juga sempat tidak bisa dilewati warga karena debit air naik. "Saat ini tim kami terus siaga di lapangan untuk penanganan dan inventarisasi dampak di seluruh lokasi," ujar Agus Artana.7ode
Komentar