Panjer Menyala, ST Dharma Bakti Siap Hadirkan Tujuh Karakter Ogoh-Ogoh Penuh Taksu
DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Dharma Bakti, Banjar Celuk Panjer, Jalan Tukad Irawadi, Panjer, Denpasar Selatan, mulai mematangkan garapan ogoh-ogoh dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948 pada 19 Maret 2026. Tahun ini, ST Dharma Bakti menghadirkan tujuh tokoh karakter ogoh-ogoh yang dirancang dengan sistem bongkar-pasang.
Salah satu anggota ST Dharma Bakti, I Komang Rio Karsandi atau akrab disapa Mang Rio, mengungkapkan proses pembuatan ogoh-ogoh telah dimulai sejak sebelum Hari Raya Kuningan, tepatnya pada 23–25 November 2025. Tahapan awal diawali dengan nuasen, dilanjutkan pembuatan rangka kasar, pengelasan konstruksi, hingga proses pembentukan masing-masing karakter.
“Untuk tahun ini kami menampilkan tujuh tokoh karakter ogoh-ogoh dengan rancangan bongkar-pasang. Prosesnya sudah berjalan dan saat ini progres pengerjaan sekitar 30 persen,” ujar Mang Rio, yang juga merupakan mantan Ketua ST Dharma Bakti, Senin (1/12).
Dari sisi pembiayaan, ST Dharma Bakti menganggarkan dana sekitar Rp60 juta. Mang Rio berharap anggaran tersebut dapat dikelola secara efektif tanpa terjadi pembengkakan hingga proses pengerjaan selesai.
ST Dharma Bakti pun optimistis dapat merampungkan seluruh garapan ogoh-ogoh pada awal Februari 2026. Karya tersebut selanjutnya akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Kasanga Festival 2026. “Setiap tahun kami selalu melakukan evaluasi dan berusaha memperbaiki kekurangan dari karya sebelumnya,” jelasnya.
Antusiasme sumber daya manusia (SDM) di Banjar Celuk Panjer disebut sangat tinggi. Seluruh proses pengerjaan ogoh-ogoh dikerjakan oleh krama dan anggota sekaa teruna setempat, sehingga karya yang dihasilkan sepenuhnya merupakan hasil kreativitas lokal.
Menjelang musim ogoh-ogoh yang berlangsung selama tiga hingga lima bulan, mulai akhir Desember hingga Maret mendatang, Mang Rio berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Ia juga menginginkan agar para sekaa teruna dapat fokus berkarya tanpa diwarnai rasa cemas akibat isu kekerasan maupun perusakan ogoh-ogoh seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. *m03
Komentar