nusabali

Jamin Kenyamanan Nataru, PLN Bali Kerahkan 1.100 Personel

  • www.nusabali.com-jamin-kenyamanan-nataru-pln-bali-kerahkan-1100-personel

DENPASAR, NusaBali.com—Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali dalam kondisi aman dan andal. PLN UID Bali menyiagakan seluruh sistem kelistrikan secara menyeluruh selama periode siaga yang berlangsung mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, guna menjamin masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan aman serta nyaman.

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, Senin (15/12/2025), mengatakan selama masa siaga Nataru, PLN menurunkan lebih dari 1.100 personel yang disebar di 41 posko siaga di seluruh wilayah Bali. Personel tersebut didukung berbagai peralatan cadangan, seperti genset, uninterruptible power supply (UPS), serta kendaraan operasional untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.

“PLN UID Bali juga menetapkan 77 lokasi prioritas pengamanan pasokan listrik, meliputi gereja, bandara, pelabuhan, kantor pemerintahan, fasilitas TNI dan Polri, kawasan wisata, serta lokasi-lokasi keramaian,” ujarnya.

Eric menjelaskan, sistem kelistrikan Bali saat ini berada dalam kondisi aman dengan daya mampu sebesar 1.446 megawatt (MW). Sementara itu, proyeksi beban puncak tertinggi selama periode Nataru diperkirakan mencapai 1.297 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya siaga sebesar 149 MW atau sekitar 11,4 persen.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan listrik Bali cukup andal untuk menopang kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Untuk wilayah Nusa Penida, PLN menyiapkan daya mampu netto sebesar 19,56 MW dengan daya mampu pasok 16,17 MW. Pengamanan energi primer berupa batu bara, gas, dan BBM juga telah dilakukan dengan status Hari Operasi Pembangkit (HOP) yang mencukupi.

Dari sisi infrastruktur, sistem kelistrikan Bali disuplai melalui 19 gardu induk, 48 gardu hubung, 360 penyulang, dan 15.305 gardu distribusi. Seluruh infrastruktur tersebut berada dalam pengawasan intensif, disertai pemeliharaan preventif dan asesmen teknis, terutama di titik-titik prioritas.

PLN juga memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik selama libur akhir tahun. Tercatat, terdapat 227 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) roda empat di 156 lokasi, 55 unit SPKLU roda dua, serta 8 unit Stasiun Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), yang seluruhnya didukung petugas siaga 24 jam.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada akhir tahun, PLN telah melakukan pemetaan risiko bencana serta menyiapkan langkah mitigasi dan respons cepat guna meminimalkan kemungkinan gangguan kelistrikan.

“PLN menyiagakan seluruh sistem kelistrikan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan menikmati libur Natal serta Tahun Baru tanpa gangguan pasokan listrik,” tegas Eric.

Sementara itu, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menekankan bahwa siaga Nataru tidak boleh dipandang sebagai rutinitas tahunan semata.

“Siaga Natal dan Tahun Baru merupakan ujian kesiapsiagaan dan kepemimpinan operasional seluruh insan PLN,” ujarnya.

Ia menambahkan, penting bagi seluruh jajaran PLN untuk memahami risiko utama selama periode Nataru, mengenali aset distribusi yang kritikal, serta menentukan penyulang yang berdampak besar bagi masyarakat. 

Dalam kondisi darurat, dibutuhkan satu komando yang jelas, komunikasi yang cepat dan akurat, serta penetapan prioritas pemulihan agar dampak gangguan dapat diminimalkan dan kepercayaan publik tetap terjaga.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi gangguan kelistrikan. Pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau dengan menghubungi Contact Center PLN 123. *may

Komentar