nusabali

Okupansi Hotel Buleleng Sentuh 90 Persen Jelang Nataru

  • www.nusabali.com-okupansi-hotel-buleleng-sentuh-90-persen-jelang-nataru

SINGARAJA, NusaBali - Kunjungan wisata ke Buleleng kembali menunjukkan tren peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) setelah mengalami fluktuasi bulan lalu.

Indikator paling nyata terlihat dari tingkat hunian hotel yang sudah menyentuh angka 90 persen, bahkan sejumlah hotel dilaporkan telah penuh dan menutup reservasi.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Minggu (14/12) mengatakan kondisi tersebut sesuai dengan prediksi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku usaha akomodasi yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat pemesanan kamar meningkat signifikan setelah perayaan Natal hingga pergantian tahun.

“Setelah Natal sampai Tahun Baru, sebagian hotel yang populer sudah terbooking di atas 90 persen. Bahkan ada juga yang sudah close karena kamarnya penuh,” ujar Dody saat dikonfirmasi, Minggu (14/12).

Menurutnya, peningkatan okupansi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Buleleng yang sebelumnya sempat terdampak sejumlah faktor. Kunjungan wisatawan sempat melonjak pada awal November lalu berkat pelaksanaan kejuaraan dunia Vovinam. Namun, setelah itu terjadi penurunan, terutama dari wisatawan mancanegara.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa kejadian eksternal, diantaranya erupsi Gunung Semeru serta insiden kecelakaan yang menimpa wisatawan asal Cina di Buleleng. Dampaknya cukup terasa pada wisatawan asing yang melakukan perjalanan darat atau overland dari Jawa Timur.

Meski demikian, Dody tetap optimistis target kunjungan wisata Buleleng tahun 2025 dapat tercapai. Dari target 1,5 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, hingga Oktober 2025 realisasinya telah mencapai sekitar 1,25 juta kunjungan.

“Masih ada peluang besar di momen libur Natal dan Tahun Baru. Biasanya kunjungan meningkat signifikan di akhir tahun sampai awal tahun nanti,” kata pejabat asal Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, itu.

Ia menilai tingginya okupansi hotel jelang Nataru juga menjadi bukti bahwa berbagai upaya promosi pariwisata yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Mulai dari event, promosi destinasi, hingga penguatan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.

Namun demikian, Dody berharap kondisi cuaca tetap kondusif selama periode libur akhir tahun. Ia mengingatkan cuaca ekstrem berpotensi memicu pembatalan pemesanan hotel yang dapat berdampak pada sektor pariwisata.7 k23

Komentar