Duel Pelajar Gara-gara Masalah Asmara, Berakhir Dimediasi Sekolah
SINGARAJA, NusaBali - Sebuah video perkelahian dua orang pelajar di salah satu SMA di Kecamatan Gerokgak, Buleleng viral di media sosial (medsos).
Aparat kepolisian serta pihak sekolah menelusuri pelaku perkelahian tersebut. Kedua remaja yang terlibat perkelahian itu dipertemukan dalam mediasi.
Perkelahian itu terekam dalam dua video berdurasi 50 detik dan 1 menit 39 detik. Dalam video tersebut memperlihatkan dua orang remaja bercelana pendek berkelahi di tengah lapangan. Keduanya beradu pukulan dan tendangan. Bahkan kedua remaja itu saling mengunci satu sama lain hingga tersungkur.
Mirisnya lagi, aksi duel antar remaja itu nampak disaksikan oleh sejumlah remaja lainnya. Bahkan beberapa di antaranya terlihat mengenakan baju seragam olahraga sepulang sekolah. Mereka terlihat berusaha menyemangati dan menyoraki temannya yang sedang baku hantam. Di akhir video, kedua remaja yang berkelahi akhirnya dipisah oleh temannya.
Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi dikonfirmasi terkait video perkelahian itu menyampaikan bahwa perkelahian tersebut telah ditangani dan diselesaikan melalui mekanisme pembinaan serta mediasi di lingkungan sekolah.
“Perkelahian itu sudah kami tindak lanjuti bersama pihak sekolah. Kedua siswa yang terlibat telah dipertemukan dan dilakukan mediasi. Permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar dia, dikonfirmasi Minggu (14/12).
Ia menjelaskan, mediasi dilaksanakan pada Sabtu (13/12) siang sekitar pukul 12.00 Wita di SMA Negeri 1 Gerokgak, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gerokgak, Kadek Agus Apriawan, dan didampingi Kapolsek Gerokgak, serta dihadiri para guru, wali kelas, guru bidang kesiswaan, dan orang tua dari kedua siswa yang terlibat.
Dua siswa yang terlibat perkelahian diketahui masing-masing berinisial MKDM dan KW yang sama-sama duduk di kelas X. Perkelahian tersebut sebelumnya terjadi pada Jumat (12/12) di kawasan Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Dalam proses mediasi, kedua siswa diminta menyampaikan klarifikasi, saling meminta maaf, serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. “Kami berikan pembinaan dan imbauan agar ke depan lebih bisa mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” kata Kompol Derawi.
Hasil dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak memperpanjang persoalan. Tidak ada tuntutan lanjutan dari masing-masing pihak, sementara pihak sekolah memberikan sanksi edukatif serta pembinaan sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
Kapolsek Gerokgak menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran, perkelahian dipicu oleh persoalan asmara yang menimbulkan kesalahpahaman dan emosi di antara kedua siswa. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran, tidak hanya bagi yang terlibat, tetapi juga bagi siswa lainnya agar tidak mudah terprovokasi,” tandasnya.
Ke depan, pihak sekolah akan melakukan pemantauan intensif terhadap perilaku siswa yang bersangkutan serta meningkatkan pembinaan karakter melalui kegiatan bimbingan dan konseling guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.7 mzk
Komentar