nusabali

Hujan Lebat Guyur Sebagian Wilayah Bali

Dampak Bibit Siklon 93S

  • www.nusabali.com-hujan-lebat-guyur-sebagian-wilayah-bali

Meski belum berkembang menjadi siklon tropis, keberadaan bibit siklon 93S ini telah memicu peningkatan suplai uap air dan pembentukan awan hujan di wilayah Bali dan sekitarnya

MANGUPURA, NusaBali
Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Bali sejak Sabtu (13/12) malam hingga Minggu (14/12) terjadi tidak hanya karena telah memasuki musim penghujan, tetapi juga diperkuat oleh dampak tidak langsung dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan potensi hujan dengan intensitas bervariasi masih akan berlangsung dalam tiga hari ke depan.

Berdasarkan data BMKG yang diperbarui pada Minggu (14/12) pukul 02.00 Wita, Bibit Siklon Tropis 93S mulai teridentifikasi pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 Wib. Saat ini posisinya berada di 13.0 derajat lintang selatan 112.5 derajat bujur timur sekitar Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat bibit siklon 93S tercatat mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1007 hPa. Meski belum berkembang menjadi siklon tropis, keberadaannya ini telah memicu peningkatan suplai uap air dan pembentukan awan hujan di wilayah Bali dan sekitarnya.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Eka Putra Wirawan menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S masih memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Namun demikian, dampak tidak langsungnya sudah terasa signifikan.

“Dampak yang ditimbulkan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali. Selain itu, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (14/12) siang.

Selain hujan dan angin kencang, Eka juga mengatakan pihaknya mencatat potensi peningkatan tinggi gelombang laut dengan kategori sedang (moderate sea) di sejumlah perairan, khususnya Selat Bali, Selat Lombok, hingga perairan Alas bagian selatan. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.

Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar Bali mengakibatkan banjir di kawasan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung pada Minggu (14/12). -YUDA 

Sementara itu, berdasarkan data Alat Rain Gauge (ARG) wilayah Denpasar Barat dan Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, tercatat perbedaan intensitas hujan yang cukup kontras selama periode 24 jam terakhir, yakni sejak 13 Desember 2025 pukul 08.00 Wita hingga 14 Desember 2025 pukul 08.00 Wita. “Di wilayah Denpasar Barat, curah hujan mencapai 139 mm per hari dan masuk dalam kategori sangat lebat. Sedangkan di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, curah hujan tercatat sebesar 11,6 mm per hari atau kategori ringan,” jelasnya.

Pihaknya juga mencatat hujan di wilayah Denpasar terjadi dalam beberapa fase. Pada siang hari, hujan berlangsung sekitar 30 menit pada pukul 12.20 hingga 12.50 Wita. Selanjutnya, hujan kembali terjadi pada malam hingga Minggu (14/12) dini hari, yakni pukul 21.40 hingga 03.10 Wita, dan kembali turun pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 Wita dengan intensitas ringan hingga lebat. “Diperkirakan dalam tiga hari kedepan masih berpotensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali,” tambahnya.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko banjir dan genangan, serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. 7 ol3

Komentar