nusabali

Politeknik Nasional Wisuda 47 Lulusan, Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

  • www.nusabali.com-politeknik-nasional-wisuda-47-lulusan-perkuat-pendidikan-vokasi-berbasis-industri

DENPASAR, NusaBali.com— Politeknik Nasional menggelar Wisuda XXIV pada Sabtu (13/12/2025) di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Sebanyak 47 wisudawan dari tiga program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi yang dihadiri pemangku kepentingan pendidikan tinggi, dunia industri, serta orang tua wisudawan.

Acara wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Dewan Pembina, Pengawas dan Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali, Ketua APTISI Wilayah VIII A Bali, pimpinan Pelita Bali, mitra industri dan asosiasi rekanan, anggota senat, serta sivitas akademika Politeknik Nasional.

Direktur Politeknik Nasional, I Wayan Gede Narayana, S.Kom., M.Kom., menegaskan pendidikan vokasi semakin relevan karena berorientasi pada kesiapan kerja. “Pendidikan vokasi menekankan keseimbangan antara teori dan praktik agar lulusan siap terjun ke dunia kerja. Karena itu, mutu dan kualitas pendidikan terus kami tingkatkan,” ujarnya.


Ia menyebutkan, Politeknik Nasional secara konsisten memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, baik lokal, nasional, maupun internasional, melalui program magang, penyusunan kurikulum bersama, serta keterlibatan praktisi industri sebagai dosen tamu. Implementasi kebijakan Kampus Merdeka juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di dunia usaha dan masyarakat.

Dari sisi fasilitas, kampus ini telah didukung dua gedung utama tiga lantai, ruang kelas representatif, area parkir luas, serta sistem pembelajaran digital meliputi layanan akademik, e-learning, absensi, pembayaran, hingga perpustakaan digital. Penguatan soft skill mahasiswa juga dilakukan melalui kegiatan kemahasiswaan, pengabdian masyarakat, dan kewirausahaan.

Berbagai inovasi berbasis teknologi turut dihasilkan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, di antaranya charger tenaga surya, tempat sampah pintar, lampu bertenaga surya, hingga sistem hidroponik berbasis solar cell. “Sebagian produk sudah dimanfaatkan di lingkungan kampus dan disalurkan kepada masyarakat,” jelas Narayana.

Pembina Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan studi. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar.

“Wisuda ini bukan momen terakhir dari pembelajaran. Justru ini menjadi awal untuk terus belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal,” ujarnya.

Menurut Prof. Bandem, lulusan Politeknik Nasional diharapkan memiliki semangat belajar sepanjang hayat, baik saat bekerja maupun ketika mengembangkan usaha sendiri. Ia juga membuka peluang bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Yayasan bersama jejaring perguruan tinggi telah menyiapkan akses bagi alumni yang ingin melanjutkan ke program S1 maupun S2,” katanya.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan wali wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada Politeknik Nasional dalam mendidik putra-putrinya hingga berhasil meraih gelar kelulusan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali, Dr. Dadang Hermawan, menilai pendidikan vokasi merupakan jalur strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia siap kerja. “Politeknik adalah pilihan tepat bagi lulusan SMA/SMK yang ingin cepat terserap di dunia kerja. Pengembangan program studi harus terus disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Pada Wisuda XXIV ini, 47 wisudawan terdiri atas 22 lulusan Program Studi Akuntansi, 17 lulusan Usaha Perjalanan Wisata, dan 8 lulusan Teknik Elektronika. Peminat Politeknik Nasional tercatat terus meningkat sekitar 10–15 persen setiap tahun, dengan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata menjadi yang paling diminati.

“Wisuda ini adalah awal langkah baru. Terus jaga integritas, kembangkan kompetensi, dan jadilah lulusan vokasi yang adaptif dan berdaya saing,” tutup Narayana.

Komentar