Polda Bali Perketat Pengawasan Narkoba
MANGUPURA, NusaBali - Upaya Polda Bali menekan peredaran narkoba di kalangan remaja diperkuat lewat program Jumat Curhat yang kali ini digelar di SMP Negeri 1 Kuta Selatan, Badung, Jumat (12/12).
Program rutin ini menjadi wadah aparat kepolisian bertemu siswa dan guru di sekolah itu untuk mengetahui persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait penyalahgunaan narkotika yang belakangan merambah pelajar.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubag Renmin Dit Narkoba Polda Bali, AKP I Wayan Slamet, bersama tim Ditnarkoba. AKP Slamet menegaskan kepolisian turun ke sekolah bukan tanpa alasan. Belakangan, banyak laporan mengarah pada meningkatnya upaya sindikat narkoba menyasar usia remaja, baik melalui pergaulan, media sosial, maupun lingkungan tempat tinggal. “Kami butuh suara dari masyarakat. Informasi kecil pun bisa membuka jalan untuk pengungkapan kasus besar,” ujar AKP Slamet di depan para guru dan siswa.
AKP Slamet mengungkapkan salah satu modus baru para pengedar narkoba adalah memanfaatkan platform online hingga pertemanan di lingkungan anak-anak. Menjawab itu, Ditnarkoba Polda Bali menegaskan penguatan langkah preventif, mulai dari sosialisasi bahaya narkoba, pembentukan satgas sekolah, hingga mendorong pola hidup sehat bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan mencoba narkoba.
Selain pencegahan, Ditnarkoba juga mempertegas langkah preemtif yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta orang tua untuk memperkuat pengawasan moral. AKP Slamet menjelaskan, kelompok pelajar kini menjadi incaran karena dianggap mudah diarahkan. “Modusnya makin kreatif. Ada yang lewat grup online, ada juga yang pura-pura jadi teman nongkrong. Karena itu edukasi harus jalan terus,” katanya.
Sementara itu, di sisi penindakan, polisi tetap tidak memberi ruang bagi bandar maupun pengedar. Operasi rutin terus digelar, termasuk pengungkapan jaringan lintas wilayah demi mengamankan Bali dari peredaran narkoba. “Kalau pengedar dan bandar, kami tindak tegas. Tidak ada toleransi. Bali harus tetap aman,” tegas AKP Slamet.
Meski keras terhadap pengedar, Ditnarkoba memberikan pendekatan berbeda bagi pengguna yang terbukti sebagai korban penyalahgunaan. Mereka diarahkan mengikuti program rehabilitasi agar dapat pulih dan tidak kembali terjerat lingkaran narkoba. “Pengguna yang jadi korban harus ditolong. Tapi untuk pengedar, kami sikat habis,” tandasnya.
AKP Slamet menegaskan kehadiran Polda Bali di SMPN 1 Kuta Selatan bukan sekadar memenuhi agenda, melainkan bagian dari strategi besar menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. Kolaborasi sekolah, orang tua, masyarakat, dan pihak kepolisian menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan bagi pelajar. “Ini kerja bersama. Tidak bisa hanya polisi saja. Semua harus ambil peran demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.7 pol
Komentar