nusabali

Made Ariandi Kembali Pimpin Kadin Bali

  • www.nusabali.com-made-ariandi-kembali-pimpin-kadin-bali

MANGUPURA, NusaBali.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII bertema “Sinergi Gotong Royong Kadin Bali Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Aryaduta, Kuta, Jumat (12/12/2025). Dalam forum tersebut, I Made Ariandi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Bali untuk periode 2025-2030 setelah tidak ada calon lain yang mendaftar.

Ariandi menjelaskan bahwa syarat minimal untuk menjadi calon ketua umum adalah dukungan dari empat Kadin kabupaten/kota. Namun hingga batas waktu pendaftaran, tidak ada bakal calon yang memenuhi syarat. 

“Ternyata sampai tadi malam saya cek, tidak ada yang mendaftar karena alat kelengkapan menjadi calon ketum sudah habis. Artinya lima tahun lagi, tidak ada incumbent, silakan mulai. Kami akan dukung dan dorong,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perjalanan panjang kepemimpinannya di Kadin Bali. Pada 2019, Kadin sempat diterpa konflik internal hingga Ketum DPP Kadin Rosan Roeslani menunjuknya sebagai Plt Ketua Umum Kadin Bali selama 1 tahun 4 bulan. Pada 2020, Ariandi resmi terpilih sebagai ketua umum. Di periode kedua ini, ia kembali melaju tanpa calon tandingan.

Menurutnya, peran pengusaha sangat vital dalam memperkuat ekonomi negara. “Negara yang kuat, pertahanannya kuat, tentaranya kuat, ekonomi juga harus kuat. Jika ekonominya lemah, nanti tentaranya lemah juga,” kata Ariandi.

Ia menegaskan bahwa Kadin merupakan mitra strategis pemerintah. Terlebih, pembahasan RUU Kadin yang sedang bergulir di tingkat pusat menegaskan posisi penting organisasi tersebut. “Kadin adalah satu-satunya asosiasi yang bergerak di bidang ekonomi dan menaungi banyak asosiasi di bawahnya,” katanya.

Ariandi juga menyoroti pentingnya memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta. “Jika proyek-proyek atau kegiatan pemerintah semua dieksekusi BUMN, maka kami tidak kebagian. Untuk menjadi negara yang kuat, pemerintah harus memberi peluang kepada sektor swasta,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan EN Rotorasiko, menilai tema Musprov sangat relevan dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi Kadin. Ia mengungkapkan, hingga akhir Desember 2024 terdapat sekitar 450.000 UMKM di Bali, tumbuh 1,9 persen dari tahun sebelumnya. “Ini potensi raksasa yang harus dikelola bersama-sama,” katanya.

Ia menyebut Kadin Indonesia telah membuka jalan tol regulasi melalui MoU dengan sejumlah kementerian. Dengan Kemendagri, Kadin memiliki mandat bersinergi membangun ekonomi daerah dan memperkuat layanan investasi. “Kami meminta Kadin Bali memanfaatkan payung hukum ini secara maksimal,” tegasnya.

Menurut Taufan, ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi penyusunan kebijakan investasi, pemberdayaan UMKM, dan promosi investasi daerah. Hal ini penting untuk mempermudah perizinan serta menggerakkan ekonomi di daerah.

Kadin juga menjalin MoU dengan Kementerian Kehutanan untuk mendorong investasi berkelanjutan di sektor kehutanan, termasuk pengembangan eco tourism berbasis hutan desa. Sementara melalui MoU dengan Kementerian Pertanian, Kadin didorong menggarap potensi pertanian Bali yang menyumbang 14–15 persen terhadap PDRB, mulai dari kopi Kintamani, cokelat Jembrana, hingga komoditas manggis, salak, dan sapi Bali.

Taufan menekankan pentingnya integrasi sektor pertanian dengan pariwisata. “Pastikan supply bahan baku untuk hotel, restoran, dan MBG dipenuhi 100 persen oleh petani dan peternak lokal Bali. Hubungkan langsung petani di Bedugul, Kintamani, Jembrana ke pasar, potong rantai pasok yang merugikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kadin Bali harus mendorong ekonomi hijau berbasis adat serta menjadi pionir investasi yang menghormati alam. “Revolusi SDM juga menjadi tugas Kadin, dengan menurunkannya kepada generasi muda,” pesannya. *may

Komentar