Ketua PGRI dan Ketua IGTKI Harap Prestasinya Menginspirasi
AMLAPURA, NusaBali -Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Karangasem Dr I Wayan Sarya SPd MAg MPd, dan Ketua IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) Karangasem Dewa Ayu Anom Pratiwi yang meraih prestasi serangkaian Hari Guru Nasional 2025, berharap agar prestasiya menginspirasi guru - guru lain di Karangasem.
"Prestasi jangan hanya terhenti sampai di sini, generasi berikutnya agar melanjutkan, bahkan kalau bisa lebih hebat lagi," harap Sarya kepada NusaBali di ruang kerjanya, SMPN 2 Abang, Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (9/12).
Seperti diketahui, Kasek SMPN 2 Abang mencetak hattrick (juara tiga kali berturut-turut) gelar juara lomba karya tulis, selama kurang dari dua bulan terakhir, diselenggarakan PGRI Bali, Oktober-November 2025. Berkat gelar itu, dia berhak menyabet tiket ke lomba tingkat nasional, di Jakarta, Selasa (25/11).
Gelar itu yakni Gelar Anugerah Guru Prima (AGP) tahun 2025, gelar juara dalam Sayembara Guru Menulis PGRI Bali 2025, di Denpasar 3-4 Oktober lalu dan juara lomba menulis cerpen berbahasa Bali Tingkat Provinsi Bali. Terakhir dinobatkan sebagai Guru Prima Nasional 2025, kategori kasek dan pengawas di Jakarta, Minggu (30/11). "Saya tentu menanggung beban untuk mengetuktularkan prestasi itu, agar berkelanjutan," katanya.
Sedangkan Dewa Ayu Anom Pratiwi memenangkan lomba Video Cerita Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juara I nasional sebagai Kasek TK Negeri Pembina Karangasem. Tujuh kebiasaan anak-anak Indonesia katanya divideokan, dengan cara merekam seluruh kebiasaan anak-anak. Kebiasaan itu, mulai dari bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
Secara tidak langsung katanya, anak-anak nantnya mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai yang ada di video. Sehingga nanti menjadi kebiasaan.
"Saya juga berharap agar prestasi ini menginspirasi sekolah, lain, setidaknya mampu menciptakan kebiasaan buat anak-anak, agar menjadi siswa yang sehat, cerdas, kuat dan berkarakter," katanya.
Siswa katanya lebih baik diajak praktek langsung di lapangan, sehingga mudah dipahami, mudah dimengerti, dari pada diberikan pemahaman sulit diingat.7k16
Komentar