nusabali

Pengawas Guru Agama Hindu Tinggal Seorang

  • www.nusabali.com-pengawas-guru-agama-hindu-tinggal-seorang

AMLAPURA, NusaBali - Karangasem belakangan ini nihil pengawas madrasah. Sedangkan pengawas guru mata pelajaran Agama Hindu, tinggal seorang. Meski demikian, pembinaan tetap berjalan normal dengan beragam inovasi.

"Kepala Seksi Agama Islam merangkap jadi pengawas madrasah. Sedangkan pengawas mata pelajaran Agama Islam, dan Agama Hindu tinggal satu orang," jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Karangasem I Wayan Serinada dihubungi di ruang kerjanya, Jalan Untung Surapati, Amlapura, Senin (8/12).

Disebutkan, tahun 2025 ada 6 guru memasuki purnatugas, termasuk dua pengawas mata pelajaran Agama Hindu, masing-masing I Wayan Sudira dan Ni Ketut Kerti. Sehingga kini tinggal satu pengawas atas nama I Gusti Ngurah Rai.

Pengawas Agama Hindu tugasnya membina guru Agama Hindu, dan membina widyalaya  (sekolah Hindu), masing-masing 12 TK (pratama widyalaya), 1 SD (adi widyalaya), 2 SMP (madya widyalaya), 1 SMA dan 1 SMK (utama widyalaya).

Inovasi dilakukan di tengah kelangkaan pengawas dengan cara mengumpulkan perwakilan sekolah berasal dari satu kecamatan kemudian diberikan pembinaan tata cara menyusun laporan administrasi. Dengan adanya 8 kecamatan, maka pembinaannya bergilir di tiap kecamatan dengan cara mengumpulkan perwakilan tiap sekolah sehingga tidak perlu sampai mendatangi sekolah.

"Lebih lanjut pembinaannya melalui zoom meeting, yang sifatnya rutinitas berkomunikasi melalui digital, biar efisien," kata I Wayan Serinada.

Kecuali, jelaa dia, untuk widyalaya wajib didatangi ke sekolah-sekolah karena pembinaan bersifat spesifik. "Mengenai kekurangan tenaga pengawas tengah diperjuangkan ke pusat," tambahnya.

Di bagian lain, tenaga pengawas Agama Hindu I Gusti Ngurah Rai, memaparkan  agar lebih efektif menjalankan tugas, perwakilan tiap sekolah dikumpulkan di tiap kecamatan. "Di sana saya beri pembinaan tata cara melaporkan pertanggungjawaban sekolah secara administrasi. Dengan dikumpulkan perwakilan sekolah, pembinaan lebih efektif," katanya.
 
Jika ada yang dianggap urgen mesti datang ke sekolah dengan memberikan pembinaan kepada guru Agama Hindu dan kepala sekolah. "Selama ini kami tidak menemui kendala. Pembinaan walau sendirian mewilayahi Kabupaten Karangasem," lanjut I Gusti Ngurah Rai, pengawas dari Banjar Kemengan, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar.

Dia jadi pengawas sejak tahun 2003, sebelumnya Kasubsi Keuangan Kantor Kementerian Agama Karangasem dan Kasubsi Dokdik Agama. Secara terpisah, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Asmuni membenarkan, di madrasah tanpa pengawas secara khusus, untuk madrasah selama ini tugas-tugas itu dirangkap Kasi Pendidikan Islam, Azhanudin.

Sedangkan pengawas guru Agama Islam, katanya tinggal satu orang atas nama Helmi Zen. "Pengawas guru Agama Islam membina guru Agama Islam, yang ada 22 Madrasah, masing-masing, 8 RA (Raudhatul Athfal), 8 Madrasah Ibtidaiyah, 4 MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan 2 MA (Madrasah Aliah)," katanya.7k16

Komentar