Pelajar Indonesia Kurang Aktivitas Fisik
JAKARTA, NusaBali - Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mengungkapkan 58 persen remaja berusia 10-14 tahun di Indonesia malas bergerak (mager) dan kurang aktivitas fisik. Sementara untuk remaja usia 15-19 tahun, 50 persennya juga mager.
"Di SKI itu kita mengukur aktivitas fisik dengan cara ditanya saja. Hasilnya remaja itu banyak mager-nya. Alasannya apa? Enggak ada waktu atau malas," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi dalam Indonesia Sports Summit 2025 di Jakarta, Minggu (7/12).
Ia mengemukakan, Indonesia mengalami krisis gerak. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari saja, rata-rata masih kurang aktivitas fisiknya. Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 62 juta orang, masalah kesehatan tertinggi nomor satu pada anak usia sekolah yakni tingkat kebugaran yang kurang, sebesar 60,1 persen.
Sebaliknya, untuk orang dewasa 95 persen olahraga tidak teratur, maksudnya setiap hari 30 menit dan setiap minggu lima hari. Dikatakannya, standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), minimal seminggu 150 menit berolahraga.
Meskipun di kota-kota besar, lanjut Maria, masyarakat sudah mulai ramai-ramai mengikuti tren olahraga seperti klub-klub lari, namun secara umum kesadaran untuk berolahraga masih rendah.
"Meski ada klub-klub lari, ada runner-runner, tetapi ternyata untuk seluruh masyarakat itu belum terjadi. Masalah utama untuk usia sekolah dan remaja, 60 persen tadi tingkat kebugarannya kurang," ujar dia.
Oleh karena itu, Maria menegaskan pentingnya memperbanyak kompetisi-kompetisi olahraga dan menumbuhkannya agar menjadi ruang bagi para remaja untuk meningkatkan aktivitas fisiknya. Maria juga mengemukakan pentingnya memperbanyak bidang-bidang sport medicine atau kesehatan di bidang olahraga.
"Kalau ada kompetisi olahraga, pasti banyak tumbuh klub olahraga, begitu tumbuh klub olahraga, banyak tempat-tempat latihan dan tentunya nanti banyak pekerjaan juga yang bisa diserap di bidang olahraga," katanya.7 ant
Komentar