Metode Pembelajaran Mendalam Diprioritaskan
JAKARTA, NusaBali - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Dasar yang diselenggarakan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Persatuan Islam (Persis), pada Sabtu (6/12).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam sambutannya menegaskan pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi salah satu prioritas untuk menjawab berbagai tantangan proses belajar-mengajar di sekolah dasar dan menengah.
“Pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru, melainkan pendekatan yang menuntut guru menguasai substansi secara komprehensif. Prioritas utamanya adalah what to teach sebelum how to teach,” ujar Wamendikdasmen Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu (7/12).
Ia menjelaskan banyak persoalan pembelajaran saat ini bersumber dari kurangnya kemampuan siswa mengkontekstualisasi materi, termasuk dalam matematika dan bahasa.
Berdasarkan hasil asesmen terbaru, lanjutnya, banyak siswa memahami konsep dasar matematika, tetapi belum mampu menerapkan pada situasi faktual. Hal serupa terjadi pada kemampuan membaca dan memahami wacana, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Wamendikdasmen Atip juga menggarisbawahi tiga pilar utama dalam pembelajaran mendalam, yaitu meaningful learning, kemampuan mengkontekstualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, mindful learning serta joyful learning agar proses belajar berlangsung menyenangkan bagi guru dan peserta didik.
“Belajar tidak boleh berlangsung dalam tekanan. Guru juga harus terbebas dari beban administratif yang tidak perlu agar dapat fokus mengajar,” imbuhnya.
Lebih lanjut Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru secara berkelanjutan. Pemerintah Indonesia, kata Atip, terus memperluas dukungan bagi guru, termasuk fasilitas pembelajaran, beasiswa peningkatan kualifikasi, hingga tunjangan bagi guru non-PNS.
“Atensi pemerintah sangat besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan, mulai dari peningkatan fasilitas hingga dukungan untuk guru. Kompetensi guru harus terus diperkuat, terutama penguasaan konten sebagai fondasi pembelajaran mendalam,” ujar Wamendikdasmen Atip.7 ant
Komentar