Nelayan Serangan Kembangkan Lampu Kepala Ergonomis
DENPASAR, NusaBali - Tak ingin ketinggalan dengan kemajuan teknologi, Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, kini tengah mengembangkan penggunaan teknologi hijau. Bekerja sama dengan CAST Foundation, FabLab Bali, dan Meaningful Design Group, Serangan menjadi desa hidrogen hijau.
Desa Hidrogen Hijau (Green Hydrogen Village) adalah proyek multi-tahun yang menggabungkan riset terapan teknologi dengan pengembangan komunitas lokal melalui sistem banjar untuk menciptakan komunitas energi bersih dan mendorong regenerasi ekosistem. Sejumlah teknologi terapan dikembangkan guna mencari solusi permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Serangan.
Salah satu yang menarik adalah lampu kepala (head lamp) ergonomis untuk para nelayan Serangan.
Selama ini, para nelayan udang di Serangan mengambil udang pada malam hari di area berlumpur dengan lampu kepala rakitan yang menggunakan tenaga aki sepeda motor seberat 3–5 kilogram. Peralatan yang berat ini menambah beban fisik, terutama ketika harus berjongkok selama 4–6 jam sambil membawa perlengkapan.
Lampu kepala ini merupakan permintaan pertama dari komunitas nelayan di Lingkungan (Banjar) Dukuh Kelurahan/Desa Serangan dan dikembangkan melalui proses merancang langsung bersama nelayan. Perangkat ini menggunakan baterai ringan (di bawah 1 kilogram), mampu bertahan hingga 20 jam, tetap dingin saat digunakan. Lampu kepala ini dipadukan dengan rompi ergonomis untuk meningkatkan mobilitas serta mengurangi kelelahan. Setiap komponen dibuat sesuai kebutuhan nelayan, mulai dari tingkat pencahayaan, kenyamanan, dan keselamatan.
“Orang-orang sangat tertarik karena ini pertama kali mereka melihat sebuah program yang langsung mengajarkan mereka cara membuatnya,” kata Kepala Lingkungan Dukuh I Wayan Suaka saat pameran Desa Utak-Atik di Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu (6/12).
Menurut Suaka, masih banyak permasalahan di Desa Serangan yang bisa dicarikan solusinya melalui pengembangan teknologi. Meski demikian, Suaka mendorong pengembangan yang dilakukan harus tuntas sebelum berlanjut ke tantangan berikutnya.
“Kita fokuskan satu dulu nanti seluruh Serangan, harapan saya ini terus berlanjut,” ujar Suaka.
Sementara itu, peneliti FabLab Bali Tafia Sabila mengungkapkan ada sejumlah teknologi yang dikembangkan dalam Desa Hidrogen Hijau di Desa Serangan. Selain lampu nelayan ergonomis juga ada alat pengering makanan, hingga bakar bakar berbasis air.
Menurut Tafia, teknologi tersebut relatif beragam tingkat pengembangannya. Misalnya, lampu nelayan ergonomis bisa dengan mudah dibuat oleh masyarakat menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar. “Kita buat panduan, bahan-bahannya semua ada di sekitar,” ucapnya.
Sedangkan teknologi seperti membuat bahan bakar menggunakan air membutuhkan pengembangan lebih lanjut supaya bisa diterapkan dengan mudah oleh masyarakat. 7 adi
Komentar