Bayar Parkir Pakai QRIS Masih Minim
DENPASAR, NusaBali - Upaya digitalisasi layanan parkir di Kota Denpasar masih menghadapi tantangan. Meskipun transaksi digital perparkiran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat dari bulan ke bulan, namun belum optimal.
Data Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) mencatat realisasi transaksi digital pada Juli 2025 sebesar Rp 468.000, naik menjadi Rp 715.000 pada Agustus, dan melonjak signifikan menjadi Rp 1.505.000 pada September.
Kendati tren transaksi menunjukkan peningkatan, jumlah pengguna QRIS di lapangan dinilai masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah minat masyarakat yang belum merata dalam memanfaatkan pembayaran nontunai. Masyarakat masih cenderung melakukan pembayaran parkir secara konvensional menggunakan uang tunai.
Direktur Utama Perumda BPS Kota Denpasar Nyoman Putrawan, membenarkan bahwa rendahnya minat masyarakat menjadi tantangan utama. “Kesadaran masyarakat untuk berpindah ke sistem pembayaran digital masih belum sepenuhnya terbentuk. Banyak yang masih memilih cara konvensional karena merasa lebih cepat atau lebih familiar,” ucap Putrawan, Sabtu (6/12).
Di sisi lain, proses digitalisasi di tingkat petugas juga belum sepenuhnya merata. Dari total 985 petugas layanan parkir yang tersebar di berbagai titik, baru 310 orang yang dibekali kartu QRIS. Kondisi ini ikut mempengaruhi kecepatan implementasi sistem parkir digital yang tengah didorong oleh Pemerintah Kota Denpasar. “Kami terus melakukan pemenuhan perangkat QRIS bagi petugas secara bertahap. Harapannya, semua petugas dapat terfasilitasi,” kata Putrawan.
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Perumda BPS melalui Sub Bagian Produksi dan Perdagangan telah menerbitkan kartu digital yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran cashless. Kartu ini dirancang untuk mendukung operasional parkir bersistem, sekaligus memberikan alternatif pembayaran digital bagi pengguna yang belum terbiasa dengan QRIS.
Putrawan menjelaskan bahwa kartu digital tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas opsi pembayaran. “Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat. Jika belum terbiasa dengan QRIS, mereka tetap memiliki pilihan cashless melalui kartu digital,” jelasnya.
Penerapan kartu digital tersebut diharapkan mampu memperluas pilihan pembayaran serta meningkatkan penggunaan transaksi nontunai di masyarakat. Selain memudahkan pengguna, sistem pembayaran digital juga dinilai lebih transparan dan membantu optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran.
Perumda menargetkan pemenuhan fasilitas QRIS bagi seluruh petugas secara bertahap, seiring sosialisasi yang terus digencarkan kepada masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh pihak, digitalisasi layanan parkir diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan pengalaman layanan publik yang lebih modern bagi warga Kota Denpasar.
“Digitalisasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi soal peningkatan kualitas layanan publik. Kami ingin masyarakat mendapatkan kemudahan, sekaligus memastikan sistem perparkiran lebih tertib dan akuntabel,” kata Putrawan. 7 mis
Komentar