Pendaftaran Lomba Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026 Dibuka Januari, Ini Kriteria Penilaiannya
DENPASAR, NusaBali.com – Kasanga Festival menyambut Tahun Baru Caka 1948 kembali digelar pada 2026 dengan mengusung tema “Jala Sidhi Shuvita” yang bermakna memuliakan air untuk kesejahteraan. Selain lomba ogoh-ogoh, ajang kreativitas yowana Kota Denpasar ini juga akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan baru seperti lomba barong, pembuatan tapel ogoh-ogoh, lomba makendang, serta pameran UMKM.
Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Angga Harta Yana, Minggu (7/12/2025), mengatakan antusiasme sekaa teruna-teruni untuk mengikuti Kasanga Festival 2026 sudah tinggi meskipun pendaftaran lomba ogoh-ogoh belum resmi dibuka. Panitia menjadwalkan pembukaan pendaftaran mulai Januari 2026.
“Minat yowana sangat besar untuk ikut ambil bagian dalam Kasanga Festival. Pendaftaran lomba ogoh-ogoh akan dibuka pada Januari 2026,” ujar Angga Harta Yana.
Ia menjelaskan, ogoh-ogoh yang dilombakan wajib selaras dengan tema yang telah ditetapkan. Bentuk karya dapat berupa santha rupa atau figur dewa, kala rupa atau figur raksasa, tokoh pewayangan, serta ogoh-ogoh bertema mitologi dan teologi (filsafat) dalam tradisi Bali.
Seluruh ogoh-ogoh wajib menggunakan bahan ramah lingkungan berbahan alam. Penggunaan styrofoam, spons, dan plastik sekali pakai dilarang, termasuk pada bagian bataran atau bale tatakan. Kawat jaring hanya diperkenankan untuk aksesoris seperti kamen, saput, selendang, dan rambut. Sementara karet sandal hanya boleh dipakai untuk aksesoris gelang, kamen, atau badong.
Ukuran ogoh-ogoh ditetapkan dengan tinggi minimal tiga meter dan maksimal lima meter, sudah termasuk bataran atau bale. Tinggi bale maksimal satu meter. Bentuk ogoh-ogoh harus mencerminkan nilai tradisi Hindu Bali serta tidak memuat unsur politik, SARA, maupun pornografi.
Untuk proses penilaian di tingkat banjar, jadwal dan rute akan ditentukan oleh panitia. Sekaa teruna-teruni diwajibkan menyiapkan literasi karya dan sinopsis ogoh-ogoh, hadir saat penilaian berlangsung, menampilkan dokumentasi proses pembuatan, serta menyediakan alat ukur setinggi lima meter saat verifikasi ukuran ogoh-ogoh.
Sistem penilaian dilakukan melalui mekanisme tarung bebas untuk menyaring 16 nominasi terbaik se-Kota Denpasar. Enam belas ogoh-ogoh terpilih berhak lolos tampil di Kasanga Festival yang dipusatkan di kawasan Puputan Badung. Seluruh nominasi akan mengikuti pawai sekaligus dipamerkan selama rangkaian Kasanga Festival berlangsung, kemudian kembali dilombakan guna memperebutkan juara I, II, III, Harapan I, II, III, serta kategori ogoh-ogoh terfavorit.
Adapun aspek penilaian di banjar meliputi ideoplastis dan psikoplastis. Aspek ideoplastis mencakup ide, konsep karya, serta alur cerita yang diwujudkan melalui simbol-simbol visual pada ogoh-ogoh sehingga mampu menyampaikan pesan kepada penikmat seni dan masyarakat.
Sementara aspek psikoplastis menilai bentuk terstruktur unsur seni rupa, seperti proporsi atau jejaeg, anatomi, pewarnaan, keserasian, keseimbangan, kesatuan, serta titik fokus. Penilaian ini dilakukan ketika ogoh-ogoh berada dalam posisi diam sebagai karya seni patung.
Selain itu, penilaian fisik meliputi konstruksi rancang bangun, tingkat kerumitan karya, serta ketekunan pengerjaan. Aspek lain yang turut dinilai adalah kreativitas, yang mencakup unsur orisinalitas, inovasi, serta ornamen pendukung.
Melalui Kasanga Festival 2026, panitia berharap kreativitas yowana Denpasar terus berkembang seiring upaya menjaga tradisi ogoh-ogoh yang ramah lingkungan, berakar pada nilai budaya, serta mampu menjadi daya tarik seni pertunjukan Bali di tingkat nasional maupun internasional. *may
Komentar