Panyengker Sanggah Dihantam Longsor
Dipicu Hujan Deras Dua Hari, Kerugian Ratusan Juta
Sebagai bentuk penanganan darurat, BPBD menyalurkan bantuan logistik kepada Dwi Swandana berupa selimut, matras, satu paket sembako, dan satu buah terpal
SINGARAJA, NusaBali
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng selama dua hari berturut-turut memicu longsor yang merusak panyengker rumah dan sanggah milik warga di Banjar Dinas Desa, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa menyampaikan longsor terjadi pada Jumat (5/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp135 juta.
Suyasa menjelaskan, longsor menimpa rumah milik warga bernama Kadek Dwi Swandana. Longsoran terjadi pada bagian aenyengker rumah seluas 15 meter x 4 meter serta panyeker sanggah (tempat suci/merajan keluarga) seluas 3 meter x 4 meter. “Kejadian dipicu hujan intensitas tinggi selama dua hari dan adanya gempa pada pagi harinya. Material tebing tidak mampu menahan beban air, sehingga ambrol dan menimpa area panyengker rumah warga,” ujar Suyasa, dikonfirmasi Sabtu (6/12).
Akibat kerusakan panyengker rumah, Dwi Swandana diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp75 juta. Sementara panyengker sanggah yang juga jebol Dwi Swandana ditaksir mengalami kerugian hingga Rp30 juta. Material longsor juga menerjang rumah warga lainnya, Gede Kariada, hingga menyebabkan tembok kamar tidur berukuran 3 meter x 4 meter jebol, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.
“Beruntung tidak ada korban jiwa. Tim reaksi cepat langsung turun ke lokasi bersama aparat desa, Satpol PP kecamatan, Bhabinkamtibmas, dan keluarga korban untuk melakukan pengecekan awal,” tambah Suyasa.
Sebagai bentuk penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada Dwi Swandana berupa dua selimut, dua matras, satu paket sembako, dan satu buah terpal. BPBD juga kembali turun ke lokasi pada Sabtu pagi untuk bergotong-royong membersihkan material longsoran bersama unsur terkait. “Kami imbau masyarakat yang tinggal di dekat tebing atau bantaran sungai agar tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan bisa saja terjadi,” tandas Suyasa. 7mzk
Komentar