Pengelola Objek Wisata Sangeh Rencanakan Pemasangan Alarm
Perkuat Mitigasi Demi Keamanan dan Keselamatan
MANGUPURA, NusaBali - Musibah pohon tumbang di areal Pura Pucak Bukit Sari, Objek Wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung hingga menelan korban jiwa pada Rabu (3/12) lalu menarik perhatian masyarakat luas.
Berdasarkan kalkulasi awal, sekitar 30 pohon tumbang termasuk sembilan berukuran besar yang berjatuhan hanya dalam waktu singkat. Kerusakan bangunan pura dan bangunan lainnya pun tak terhindarkan. Sebagai kawasan wisata, pengelola berupaya memperkuat langkah mitigasi guna memastikan keamanan wisatawan maupun warga yang datang ke sana.
Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh Ida Bagus Gede Pujawan, mengatakan pasca-bencana, kawasan wisata diputuskan tutup selama satu minggu untuk melakukan pembersihan dan penataan ulang jalur kunjungan. Pengelola menargetkan pembukaan kembali objek wisata alam tersebut pada Kamis, 11 Desember 2025.
“Saya sudah rembuk dengan bendesa adat dan beberapa agen (agen perjalanan wisata, Red). Teman-teman guide juga sudah saya informasikan, kami akan tutup satu minggu. Kira-kira kami akan buka untuk persiapan Nataru mulai 11 Desember. Mudah-mudahan saat itu sudah clear area terutama aksesibilitas,” ujarnya, usai upacara mecaru di lokasi kejadian, Jumat (5/12).
Berkaca dari kejadian tersebut, kata Gus Pujawan, langkah-langkah mitigasi makin diperkuat. Sebelumnya, Gus Pujawan sudah menerapkan aturan evakuasi wisatawan saat hujan lebat. Langkah mitigasi ditambah, kini pengelola juga merencanakan pemasangan alarm manual sebagai sistem peringatan dini.
“Sebelumnya saya sudah buat aturan, kalau sudah hujan, tamu dievakuasi keluar hutan. Karena kalau kita lihat ketinggian pohon, dan karakteristik akar pohon pala itu tumbuh menyamping, akarnya tidak masuk ke dalam tanah. Sehingga langkah ke depan pun kita akan ada satu tahapan pemasangan alarm secara manual dulu. Kalau misalnya saat hujan atau apa, saya akan memberikan kode di sana, memberitahu agar evakuasi, tamu segera dibawa keluar,” terangnya.
Namun diakui, kejadian angin kencang yang terjadi pada Rabu (3/12/2025) lalu diduga sangat cepat, memicu robohnya pohon secara beruntun di areal Pura Pucak Bukit Sari objek wisata tersebut. Situasi mendadak membuat staf di lapangan terkejut dan kebingungan untuk melarikan diri. Sementara korban meninggal dilaporkan tertimpa saat hendak kembali mengambil charger HP yang tertinggal.

Pohon tumbang di area Pura Bukit Sari di Objek Wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (3/12/2025). -INDI
“Bisa dibilang, perisiwa kemarin itu terjadi dalam hitungan detik. Angin yang turun dari atas membuat pusaran di areal ini (dekat bale gong, Red) berdasarkan keterangan saksi mata yang staf-staf saya. Waktu itu pohon gayung bersambut rebah satu per satu. Mereka (para staf) mau ke mana, mereka bingung,” jelas Gus Pujawan.
“Sementara korban memang dalam situasi sudah mau lari keluar, cuma teringat masih ada charger HP yang ketinggalan. Beliau maksudnya mau mengambil itu, tiba-tiba ada pohon yang tumbang, dan bale gong pun runtuh. Beliaunya tertimpa bangunan bale gong,” bebernya.
Gus Pujawan menegaskan bahwa musibah ini menjadi pelajaran penting bagi pengelola dan desa adat untuk menyempurnakan regulasi keselamatan. Pihaknya pun mengaku akan memperkuat regulasi demi keselamatan bersama. “Mudah-mudahan ke depan kita belajar dari musibah ini membuat aturan-aturan yang akan saya kaji dengan bendesa adat,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah pohon jenis pala di Objek Wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung bertumbangan pada Rabu (3/12) sore pukul 15.00 Wita. Pohon raksasa yang diperkirakan tingginya sekitar 50 meter itu tumbang dan menimpa area Pura Bukit Sari di objek wisata tersebut. Sejumlah palinggih dan bangunan di dalam pura rusak parah dan roboh. Termasuk dua bale gong yang berada di luar area pura luluh lantak, bahkan menelan korban jiwa.
Korban jiwa diketahui bernama Ida Bagus Nyoman Suamba, 51, yang merupakan staf pengelola Objek Wisata Sangeh asal Banjar Brahmana, Desa Sangeh. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimpa bangunan bale gong yang roboh dihantam pohon pala tumbang. Sementara itu, korban luka atas nama I Nyoman Rasna,47, juga merupakan staf pengelola objek wisata, mengalami patah tulang pada tangan kiri. 7 ind
Komentar