nusabali

Budget Terbatas, Semangat Maksimal, STBD SIapkan Ogoh-Ogoh Bermakna

  • www.nusabali.com-budget-terbatas-semangat-maksimal-stbd-siapkan-ogoh-ogoh-bermakna

DENPASAR, NusaBali.com – ST Binnayaka Dharma (STBD) Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, telah memulai pembuatan ogoh-ogoh untuk menyambut Tahun Baru Caka 1948. Proses pengerjaan dimulai sejak 20 November 2025, tepat di tengah suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Ketua STBD, Ida Bagus Panji Winangun (25), mengatakan pembuatan ogoh-ogoh tahun ini dimulai lebih awal karena di Pura Pengerebongan sedang berlangsung renovasi dan perbaikan area pura. Kondisi itu membuat rangkaian lomba penjor pengerebongan ditiadakan tahun ini.

“Start lebih awal bukan berarti kami hanya fokus pada ogoh-ogoh. Kegiatan keagamaan tetap jalan. Tapi karena tidak ada lomba penjor, kami manfaatkan waktu untuk mulai menggarap karya,” jelas Gus Panji saat ditemui di Banjar Ujung.

Untuk ogoh-ogoh Caka 1948, STBD menganggarkan dana sekitar Rp25 juta. Meski nominalnya tidak besar dibanding banjar lain, ia menegaskan bukan nilai materi yang menjadi ukuran, melainkan bagaimana kreativitas bisa dimaksimalkan.

“Kami ingin membuktikan bahwa dengan budget minim, karya tetap bisa maksimal dan tetap nyidang nunas bungah (membawa kebahagiaan), walaupun sederhana,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar ini.

 Ogoh-ogoh yang tengah digarap menampilkan dua tokoh karakter, seluruhnya menggunakan bahan ramah lingkungan seperti bambu, kayu, dan kertas—tanpa styrofoam, sesuai aturan festival.

Teknologi Berkembang, Makna Tetap Dijaga

Gus Panji mengakui perkembangan teknologi, termasuk AI, turut mempengaruhi kualitas dan detail desain ogoh-ogoh di Denpasar. Namun esensi ogoh-ogoh tetap harus dijaga.

“Perkembangan seni ogoh-ogoh tiap tahun memang semakin mantap. Tapi jangan sampai melenceng dari makna ogoh-ogoh itu sendiri. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah pemahaman anatomi, gerak tubuh seperti agem, tandang, tangkis, serta jalan cerita agar sejalan dengan tema,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan bahan ramah lingkungan adalah langkah penting dalam mendukung konsep Jagat Kerthi dan pelestarian budaya Bali.

“Sejak 2015 sampai sekarang, hampir semua ogoh-ogoh sudah full ramah lingkungan. Ini sangat bagus dan harus terus dilestarikan,” tambahnya.

Pengerjaan lebih awal dilakukan agar proses berlangsung santai dan tidak terburu-buru, mengingat kesibukan anggota STBD serta cuaca yang tidak menentu.

Menjelang Tahun Baru Caka 1948, Gus Panji berharap situasi Bali tetap kondusif. Ia menyinggung beberapa insiden yang pernah terjadi dalam dunia ogoh-ogoh, seperti perkelahian, perundungan, hingga pembakaran ogoh-ogoh.

“Semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Kami ingin berkarya dengan rasa senang, bukan dengan ketegangan atau kekhawatiran. Astungkara Bali tetap aman dan damai,” tutupnya. *m03

Komentar