nusabali

Rusak, BUPDA Intaran Sewa Armada Shuttle Listrik Tambahan ke Pemprov

  • www.nusabali.com-rusak-bupda-intaran-sewa-armada-shuttle-listrik-tambahan-ke-pemprov

DENPASAR, NusaBali.com – Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Intaran menyewa armada shuttle listrik tambahan dari Pemerintah Provinsi Bali untuk mengantisipasi kerusakan pada kendaraan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.

Ketua BUPDA Intaran, AA Ketut Gede Arya Teja, mengatakan sebagian armada shuttle hibah Pemkot Denpasar mengalami kendala teknis terutama pada bagian baterai, sehingga belum dapat dioperasikan secara maksimal.

“Shuttle hibah dari Pemkot Denpasar memang ada beberapa masalah, khususnya pada baterai. Karena itu, kami menyewa armada listrik dari Dishub Provinsi Bali dengan biaya Rp3 juta per unit per bulan,” ujar Arya Teja, Jumat (5/12/2025).

Sebanyak lima unit shuttle listrik disewa sebagai armada tambahan. Sementara sebelumnya BUPDA Intaran telah mengoperasikan enam unit shuttle hibah Pemkot Denpasar, sehingga total saat ini tersedia 11 unit shuttle listrik.

Berdasarkan data sementara, pengguna shuttle listrik di kawasan Desa Adat Intaran masih didominasi wisatawan. Dari unit usaha transportasi ini, BUPDA meraup pendapatan rata-rata sekitar Rp300.000 per hari.

“Pendapatan ini sebenarnya belum maksimal karena program kawasan Danau Tamblingan masih berjalan,” kata Arya Teja.

Untuk meningkatkan pemanfaatan shuttle, pihaknya tengah menyusun rute baru yang menyasar masyarakat lokal, terutama pelajar. Rute tersebut direncanakan melintasi wilayah barat Jalan Bypass, sementara rute yang ada saat ini masih terbatas di kawasan timur bypass.

“Anak-anak sekolah yang tinggal di Jalan Intaran, Danau Buyan, Danau Tondano, Batur Sari, Blanjong, sampai Tukad Bilok akan kami fasilitasi menuju sekolah seperti SMP Wisata, SMP Negeri 9 Denpasar, dan sekolah lain di wilayah Intaran. Kalau ini berjalan, bisa membantu orang tua sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas,” jelasnya.

Arya Teja mengungkapkan, penambahan armada sewa dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memback-up enam unit shuttle hibah yang mengalami masalah pada pengisian daya baterai.

“Masalahnya di sistem baterai. Saat ini masih kami uji ketahanannya karena kendaraan listrik ini masih tergolong baru dan keandalannya belum bisa disamakan dengan kendaraan konvensional,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat selesai prosesi melaspas, salah satu shuttle bahkan mengalami penurunan daya baterai hingga harus diderek dari bengkel menuju Desa Adat Intaran.

“Kalau kendaraan biasa, dibeli baru langsung bisa dipakai bertahun-tahun. Kendaraan listrik ini masih rawan kendala, meskipun masih dalam masa garansi selama satu tahun,” imbuhnya.

Lima armada shuttle listrik sewaan dari Pemprov Bali saat ini masih dalam tahap uji coba untuk membandingkan performa kendaraan milik Dishub Kota dan Dishub Provinsi Bali.

Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, Desa Adat Intaran menegaskan komitmennya mengembangkan moda transportasi rendah emisi karbon berbasis kendaraan listrik.

“Kami tetap berusaha agar program shuttle ini terus berjalan. Transportasi ramah lingkungan harus tetap dikembangkan di Intaran,” tegas Arya Teja. *may


Komentar