nusabali

6 Kelompok Tani Dibantu 60 Ekor Godel

  • www.nusabali.com-6-kelompok-tani-dibantu-60-ekor-godel

AMLAPURA, NusaBali - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem membantu enam kelompok tani, masing-masing 10 ekor godel (anak sapi), total 60 ekor. Bantuan ini dari APBD Karangasem 2025 di lima desa.

"Bantuan ini untuk bibit, bukan penggemukan," jelas Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Made Sugiarta, usai menyerahkan bantuan di Kelompok Tani Sekar Gunung Agrifarm, Banjar Sekar Gunung Kelod, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Jumat (5/12).

Bibit sapi yang diserahkan, katanya, telah divaksin PMK (penyakit mulut dan kuku). Setiap bibit dengan lingkar dada 130 cm, tinggi pundak 100 cm. Bibit warna merah bata memiliki garis punggung hitam, dan telah ada SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kemarin, penyerahan batuan  di 3 kelompok. Dua lagi masing-masing di Kelompok Tani Ternak Bukit Inspiratif Banjar Bukit Kaler, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, dan Kelompok Tani Ternak Wana Giri Rahayu, di Banjar Basangalas Kangin, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, juga menerima 10 ekor.  "Semua bantuan telah divaksin PMK, dinyatakan sehat," jelasnya.

Sedangkan bantuan berikutnya lagi 30 ekor, di tiga kelompok diserahkan, Senin (8/12). Ketiga kelompok itu, Kelompok Tani Ternak Suka Maju di Banjar Wangsean, Desa Wismakerta, Kecamatan Sidemen, Kelompok Tani Ternak Iseh Berkarya  di Banjar Iseh, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, dan Kelompok Tani Ternak Giri Toh Langkir, Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

"Awalnya kelompok itu mengajukan proposal, setelah dikaji, dianggarkan, sehingga anggaran tertuang di APBD 2025, selanjutnya direalisasikan," tambahnya.

Sugiarta berharap bantuan bibit sapi ini bermanfaat untuk kelompok. Nantinya bibit bisa berkembang biak agar memberikan manfaat jangka panjang. Pada akhirnya semua anggota kelompok mendapatkan bagian sapi. "Sekarang bantuan itu kan milik kelompok, dipelihara dan dirawat bersama-sama, agar bibit itu berkembang," lanjut Sugiarta.

Jika ada masalah, katanya, agar dilaporkan ke Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan. Misalnya, ada bibit sapi yang jatuh sakit, agar dilaporkan, nanti datang petugas untuk memberikan bantuan pengobatan. Semua bibit harus terjamin sehat dan  berkembang biak untuk menunjang ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Guna menunjang ketahanan pangan,  kata Sugiarta, tidak cukup dengan bantuan bibit sapi. Bisa juga berupa traktor, dan alat-alat pertanian lainnya, sehingga produktivitas meningkat. Begitu juga bantuan berupa bibit padi, pupuk, alat bantu tanam alat bantu memanen padi, dan yang lainnya.

Jelas Sugiarta, belakangan ini di sektor pertanian, telah memulai mengandalkan teknologi, misalnya bertanam pagi gunakan mesin, memanen padi gunakan mesin, membajak sawah juga gunakan mesin traktor.7k16

Komentar