Pemkab Prioritaskan Infrastruktur Jalan di Nusa Penida
Peningkatan Jalan Sampalan–Toyapakeh sepanjang 8,8 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp 51,92 miliar.
SEMARAPURA, NusaBali
Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan sejumlah ruas jalan di Nusa Penida akan menjadi prioritas perbaikan pada tahun 2026. Banyak wisatawan mengeluh dan protes karena buruknya akses menuju sejumlah destinasi populer. Mempercepat penanganan, Pemkab Klungkung mengusulkan pembiayaan melalui skema peminjaman daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan fokus pada peningkatan konektivitas dan perbaikan jalur yang dinilai paling mendesak.
Bupati Satria mengatakan, keluhan wisatawan terkait akses menuju titik-titik wisata memang terus muncul dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi jalan yang sempit, rusak, hingga minim fasilitas membuat beberapa kawasan sulit dijangkau. “Karena itu, pada tahun 2026 kami fokus menyelesaikan ruas-ruas prioritas di Nusa Penida. Ini bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, tetapi juga kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Bupati Satria, Jumat (5/12). Salah satu proyek terbesar yang diusulkan adalah peningkatan Jalan Sampalan–Toyapakeh sepanjang 8,8 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp 51,92 miliar.
Ruas ini menjadi jalur utama mobilitas warga dan wisatawan sehingga dianggap memiliki dampak besar jika ditangani secara menyeluruh. Penataan kawasan pendukung pariwisata di Desa Batununggul juga masuk daftar prioritas dengan anggaran Rp 30 miliar. Penataan diarahkan untuk memperbaiki ruang publik, aksesibilitas, serta fasilitas wisata sehingga pelayanan kepada pengunjung berjalan lebih baik dan terstandar. Akses menuju Broken Beach, Desa Bunga Mekar, salah satu destinasi yang paling banyak dikeluhkan wisatawan, turut masuk prioritas.
Ruas sepanjang 1,2 kilometer ini dianggarkan Rp 7 miliar. “Setiap minggu ada saja wisatawan yang menyampaikan keluhan jalan menuju Broken Beach. Ini harus segera kami benahi,” tegas Bupati Satria. Pemkab Klungkung juga mengusulkan peningkatan beberapa ruas lain yang selama ini menjadi kebutuhan mobilitas masyarakat. Di antaranya peningkatan Jalan Dusun Dungkap menuju Dusun Buluh, Desa Batukandik dengan alokasi anggaran Rp 4,6 miliar dan peningkatan jalan di Desa Adat Cemlagi sebesar Rp 2,5 miliar. Perbaikan Jalan Lingkar Ceningan yang berperan penting bagi konektivitas Pulau Lembongan–Ceningan dianggarkan Rp 12 miliar.
Selain proyek-proyek di Nusa Penida, dua ruas jalan di daratan utama Klungkung ikut disertakan dalam usulan pinjaman yakni peningkatan Jalan Subak Bungsih Desa Bakas dengan anggaran Rp 2 miliar. Perbaikan jalan di Desa Pesinggahan senilai Rp 1 miliar. Pemeliharaan berkala Jalan Desa Getakan–Sengkiding Desa Aan mendapat alokasi Rp 2,5 miliar untuk menjaga kualitas infrastruktur yang sudah ada. Menurut Bupati Satria, seluruh usulan ini masih melalui proses pembahasan sambil melengkapi dokumen teknis dan administrasi yang dipersyaratkan.
Bupati menekankan, kebijakan prioritas tahun 2026 akan tetap diarahkan pada infrastruktur dasar, khususnya jalan, mengingat dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan sektor pariwisata. “Prinsipnya, kami menangani dulu yang paling banyak dikeluhkan dan paling besar manfaatnya,” tegasnya. Pemkab Klungkung berharap, dengan fokus pada perbaikan akses di Nusa Penida, kualitas layanan wisata akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi lokal semakin terdorong pada tahun-tahun mendatang. 7 k24
Komentar