ASN Buleleng Wajib Tanam di Pekarangan Rumah
SINGARAJA, NusaBali - Pemkab Buleleng mulai menggerakkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menanam cabai rawit dan terong di pekarangan rumah sebagai langkah antisipasi inflasi pada musim penghujan.
Gerakan ini ditandai dengan pembagian lebih dari 5.000 bibit cabai dan terong kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Buleleng.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan setiap OPD menerima rata-rata 150 bibit, yang sebagian ditanam di halaman kantor dan sisanya dibagikan kepada staf. Harapannya dengan gerakan menanam di halaman rumah ini, minimal dapat menyuplai untuk konsumsi sendiri. Sehingga dapat membantu menstabilkan harga cabai.
Gerakan tanam ini dilakukan menyusul merangkaknya harga cabai rawit pada dua pekan terakhir. Dari sebelumnya di kisaran Rp 25 ribu-Rp 35 ribu per kilogram, kini harga sudah menembus Rp 70 ribu-Rp 75 ribu lebih. Melandrat menyebut kenaikan ini dipicu penurunan produksi dan menyusutnya areal tanam. Banyak lahan sawah yang biasanya digunakan menanam cabai kini kembali ditanami padi karena air mencukupi.
Data Dinas Pertanian per 28 November mencatat luas tanam cabai rawit mencapai 191 hektar, dengan luas panen baru 46 hektar dan produksi 147 kwintal, tersebar di Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Gerokgak. Khusus untuk Gerokgak dengan jenis lahan kering baru mulai menanam cabai di awal musim penghujan.
“Kalau yang di lahan basah (sawah) petani sudah beralih ke padi karena sekarang air sudah tersedia. Sedangkan yang di lahan kering, petani baru menanam, 2–3 bulan ke depan baru bisa panen. Ini yang membuat produksi menurun dan lonjakan harga,” ujar Melandrat.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, juga optimis gerakan ini mampu menekan inflasi daerah, terutama lonjakan harga cabai yang rutin terjadi setiap musim penghujan. Dukungan penuh disampaikan saat penyerahan bibit dalam Apel Krida di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/12).
Wabup Supriatna menegaskan bahwa pembagian bibit merupakan bagian dari strategi stabilisasi harga komoditas pangan. “Ini mendorong ASN untuk menjadi contoh, sekaligus menggerakkan masyarakat ikut menanam di rumah masing-masing. Kami juga tugaskan Dinas Pertanian untuk memonitor perkembangan bibit di setiap OPD,” ungkap Supriatna.7 k23
Komentar