Cuaca Buruk, Asita Cek Kelayakan Destinasi
DENPASAR, NusaBali.com – Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir mendorong Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali melakukan langkah antisipatif dengan mengecek kelayakan destinasi wisata sebelum direkomendasikan atau dikunjungi wisatawan.
Sekretaris Jenderal Asita Bali, Nyoman Subrata, Kamis (4/12/2025), mengatakan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan pengelola destinasi untuk memastikan kondisi lokasi wisata aman untuk dikunjungi. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dalam memantau perkembangan cuaca yang mulai memasuki musim hujan dan kerap disertai kondisi ekstrem di sejumlah wilayah.
“Inilah pentingnya sinergi antara pemerintah dan stakeholder pariwisata untuk selalu meng-update perkembangan cuaca. Saat ini sudah masuk musim hujan, bahkan di beberapa tempat cuacanya cukup ekstrem,” ujarnya.
Menurut Subrata, pemerintah melalui BMKG diharapkan dapat rutin memperbarui informasi cuaca dan menyebarkannya kepada asosiasi pariwisata, sehingga asosiasi dapat meneruskan informasi tersebut kepada para anggotanya.
Ia juga mengimbau para travel agent dan pemandu wisata untuk secara aktif memantau kondisi cuaca sebelum mengantar wisatawan ke destinasi. Selain itu, badan pengelola objek wisata, baik yang berada di darat maupun laut, diminta rutin mengecek informasi cuaca melalui BMKG dan menyampaikannya kepada publik secara berkala.
“Informasi cuaca bisa ditampilkan di masing-masing destinasi, misalnya lewat running text atau pusat informasi. Tujuannya agar kejadian yang tidak diinginkan hingga menimbulkan korban wisatawan bisa dicegah,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengelola destinasi juga diingatkan untuk mengenali potensi bahaya di wilayah masing-masing. “Pengelola harus tahu kondisi destinasi sendiri, termasuk kelemahan dan potensi risikonya, seperti pohon-pohon besar yang rawan tumbang,” tambah Subrata.
Khusus untuk destinasi wisata laut, Subrata meminta pengelola benar-benar memperhatikan kondisi gelombang. Wilayah seperti Nusa Penida, Nusa Dua, Tulamben, dan Menjangan yang mengandalkan aktivitas diving dan snorkeling perlu lebih waspada terhadap perubahan tinggi gelombang, terutama di pesisir selatan dan utara Bali.
“Perubahan kondisi laut bisa terjadi setiap saat, jadi harus terus di-update agar risiko kecelakaan wisata bisa diminimalisir,” tandasnya. *may
Komentar