nusabali

Wagub Ingatkan Jaga Budaya Bali Butuh Kerukunan

  • www.nusabali.com-wagub-ingatkan-jaga-budaya-bali-butuh-kerukunan

MANGUPURA, NusaBali - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, dan Caru Wraspati Kalpa di Pura Ibu Pasek Gelgel, Banjar Sawangan, Desa Adat Pemiga, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Rabu (3/12).

Dalam kesempatan itu Wagub mengingatkan pentingnya kerukunan dalam menjaga adat dan budaya Bali. 

Kehadiran Wagub Giri Prasta tidak hanya untuk ngrastiti bhakti, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada pasemetonan yang tengah melaksanakan karya. Dalam sambrama wacana yang disampaikan, Wagub Giri Prasta mengajak seluruh pasemetonan Pasek Gelgel untuk terus memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan dalam menjaga tradisi serta pelaksanaan berbagai upacara yadnya. 

Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat Bali dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. “Jika kita bersatu setengah perjuangan sudah berhasil. Namun jika kita tidak rukun, seluruh perjuangan bisa gagal,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan pentingnya tetap eling (ingat) kepada kawitan sebagai sumber penyatu dan penuntun. Dengan memohon tuntunan Betara Hyang Guru, Wagub Giri Prasta meyakini pasemetonan akan mampu menjaga keharmonisan dan melaksanakan kewajiban adat dengan penuh ketulusan. Wagub Giri Prasta juga mengapresiasi konsistensi pasemetonan Pasek Gelgel Sawangan dalam merawat warisan leluhur melalui upacara yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ketua Panitia Karya Mangku Nyoman Subrata menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub Giri Prasta dalam rangkaian upacara tersebut. Menurutnya, kedatangan orang nomor dua di Bali itu memberikan semangat bagi warga Pasek Gelgel Sawangan yang berjumlah 164 KK. “Kedatangan Bapak Wagub sudah lama dinantikan warga di sini. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya,” ujarnya.

Hadir pula menyaksikan upakara secara langsung, Ida Dalem Semarapura serta anggota DPRD Kabupaten Badung Wayan Luwir dan Nyoman Kariana. 7 adi

Komentar