nusabali

30 Pohon Pala Tumbang, Kawasan Pura Pucak Sari Sangeh Mulai Dibersihkan pasca Tragedi

  • www.nusabali.com-30-pohon-pala-tumbang-kawasan-pura-pucak-sari-sangeh-mulai-dibersihkan-pasca-tragedi

MANGUPURA, NusaBali.com – Kawasan Pura Pucak Sari yang berada di dalam DTW Alas Pala Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung mulai dibersihkan dari gelondongan kayu dan puing-puing pasca tragedi pohon tumbang, Kamis (4/12/2025).

Petugas kebersihan Desa Sangeh, DLHK, dan BPBD Badung bersama warga bergotong-royong membersihkan reruntuhan yang disebabkan tumbangnya pohon pala raksasa. Pengelola DTW Alas Pala Sangeh mengestimasi puluhan pohon pala tumbang di sekitar pura akibat cuaca ekstrem, Rabu (3/12/2025) siang.

“Tadi pagi kami menghitung, estimasi pohon pala yang tumbang sekitar 30 pohon,” ujar Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh IB Gede Pujawan ketika ditemui di lokasi, Kamis pagi.

Pohon yang menimpa bangunan Pura dipotong jadi gelondongan lebih kecil. Instalasi non permanen sisa pujawali jelih Pura Pucak Sari yang terdampak bencana turut dibersihkan krama Desa Adat Sangeh. Selain itu, sebuah ekskavator pun dikerahkan untuk memindahkan gelondongan kayu berdiameter sekitar 1,5 meter tersebut.

Karena DTW Alas Pala Sangeh adalah kawasan hutan konservasi di bawah Kementerian Kehutanan sejak 1974, gelondongan pohon pala tersebut pun tidak boleh dipindahkan sembarangan—apalagi diperjualbelikan. Untuk itu, kata Pujawan, kayu pala ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan Pura Pucak Sari.

Pujawan menuturkan, proses pembersihan difokuskan di areal Pura Pucak Sari dan pura lain di dalam kawasan Alas Pala. Di samping itu, aksesibilitas wisatawan yang terdampak bencana juga menjadi atensi untuk segera dibersihkan dalam sepekan ini.

“Selama proses pembersihan ini, DTW Alas Pala Sangeh kami tutup sementara sekitar semingguan,” lanjut Pujawan.

Selain pembersihan secara sakala seperti, Kamis pagi, Desa Adat Sangeh juga akan melakukan pembersihan niskala melalui ritual pacaruan. Pelaksanaan pacaruan ini direncanakan dilaksanakan, Jumat (5/12/2025), setelah diputuskan dalam paruman darurat, Rabu malam.

Sementara itu, sebelumnya terjadi cuaca ekstrem—hujan disertai angin kencang di wilayah Desa Sangeh. Warga bahkan mengaku melihat pusaran angin puting beliung bergerak di dalam Alas Pala. Akibat kondisi cuaca ini, pohon pala yang telah berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa 80 persen area Pura Pucak Sari.

Bencana alam tersebut menelan dua korban yang merupakan staf pengelola DTW Alas Pala Sangeh. Satu korban meninggal di tempat setelah tertimpa bangunan bale gong yang ambruk di nista mandala Pura Pucak Sari. Satu korban lainnya mengalami luka patah tulang tangan kiri setelah tertimpa pohon. *rat

Komentar