nusabali

Pendapatan Badung Terancam Meleset

Realisasi Baru Rp 6,4 Triliun, Padahal Target Rp 9,3 Triliun

  • www.nusabali.com-pendapatan-badung-terancam-meleset

Komposisi tiga pajak terbesar Badung tahun ini tetap didominasi PBJT sebesar 81,86 persen, disusul BPHTB 9,99 persen, dan PBB 2,57 persen.

MANGUPURA, NusaBali
Akhir tahun 2025 sudah di depan mata, namun tampaknya pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung terancam meleset. Dari target pendapatan pajak daerah yang dipasang sebesar Rp 9,3 triliun, baru tercapai Rp 6,4 triliun sampai akhir November 2025. 

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung, yang dihimpun pada Rabu (3/12), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang menjadi penyumbang terbesar baru mencapai Rp 5,3 triliun dari target Rp 6,1 triliun. Sedangkan pajak air tanah terealisasi Rp 60,2 miliar dari target Rp 62,3 miliar.

Beberapa jenis pajak lain seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hanya terkumpul Rp 156,1 miliar dari target Rp 290,4 miliar. Kemudian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai Rp 636,9 miliar dari target Rp 1,241 triliun. Bahkan pajak mineral bukan logam dan batuan yang targetnya Rp 55,6 juta hanya terealisasi sekitar Rp 26 juta. 

Hanya opsen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menunjukkan peningkatan. Opsen PKB melampaui target dengan realisasi Rp 148,8 miliar dari target Rp 128,3 miliar. Sementara pada opsen BBNKB mencapai Rp 107,1 miliar, melebihi target yakni Rp 100,8 miliar.

Jika dilihat komposisi pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung, komposisi tiga pajak terbesar Badung tahun ini tetap didominasi PBJT sebesar 81,86 persen, disusul BPHTB 9,99 persen, dan PBB 2,57 persen.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa target PAD pada dasarnya hanyalah asumsi. “Ya, doakan saja semoga semua bisa tercapai. Tapi walaupun tidak tercapai, target itu kan asumsi. Banyak faktor yang bisa memengaruhi, baik eksternal maupun internal,” ucapnya. 

Menurut Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini, faktor eksternal cukup mempengaruhi seperti ekonomi global dan geopolitik yang dinamis. Sementara faktor secara internal, Badung masih harus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Eksternal mungkin kondisi ekonomi global, geopolitik yang sangat dinamis itu juga bisa berpengaruh. Internal mungkin SDM kami perlu kami tunjuk lagi, sehingga optimalisasi itu bisa. Ya kita akan lihat nantilah,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Mantan Sekda Badung ini juga menegaskan bahwa target tinggi yang ditetapkan pemerintah bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu bertujuan memotivasi seluruh perangkat daerah agar bekerja lebih optimal dalam menggali pendapatan.

“Ya namanya saya selaku bupati, tentu kan berusaha bagaimana caranya untuk memotivasi dengan bentuk memberikan target yang tinggi. Tapi itu juga ada perhitungan-perhitungan yang kita bisa jadikan satu indikator dalam penilaian yang berjalan,” kata Bupati Adi Arnawa. 7 ind

Komentar